Danantara Buka Pendaftaran Mitra Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik

Rabu, 18 Maret 2026 | 20:41:14 WIB
Republika/Edwin PutrantoDanantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) membuka pendaftaran gelombang kedua bagi calon mitra proyek Waste-to-Energy (WtE). (ilustrasi)

Jakarta,sorotkabar.com - Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) membuka pendaftaran gelombang kedua bagi calon mitra proyek Waste-to-Energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Program ini merupakan kelanjutan dari seleksi tahap pertama yang telah dilakukan di Bekasi, Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Yogyakarta.

Dalam keterangannya, Danantara menyebut inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional pengelolaan sampah, termasuk Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mendorong pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Melalui proses ini, Danantara membuka peluang bagi perusahaan nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman dan kapabilitas dalam proyek PSEL untuk mengikuti pembentukan Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT), sebagai tahap prakualifikasi calon mitra.

Perusahaan yang lolos dalam DPT akan masuk dalam daftar calon mitra potensial untuk proyek-proyek pengolahan sampah menjadi energi di Indonesia. Director of Investment DIM, Fadli Rahman, mengatakan pembukaan kembali pendaftaran bertujuan memperluas pilihan teknologi dan sumber pendanaan.

“Pembukaan ini untuk meningkatkan partisipasi perusahaan nasional dan global dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah modern di Indonesia,” ujar Fadli.

Danantara menegaskan, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung penanganan darurat sampah nasional sekaligus pengembangan energi hijau yang berkelanjutan.

Proyek Bogor Raya Jadi Tonggak Awal

Sebelumnya, Danantara telah menetapkan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai mitra pengelola proyek WtE di Bogor Raya.

Penetapan tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam implementasi program PSEL nasional. Mitra terpilih diwajibkan membentuk konsorsium guna mendorong transfer teknologi serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan domestik.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan proyek ini dirancang dengan standar tata kelola yang tinggi dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Mitra yang terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional, memenuhi regulasi, serta melibatkan masyarakat sekitar,” ujar Pandu.

Danantara menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, investor, dan pelaku industri guna mempercepat implementasi solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.(*) 
 

Terkini