Iran Bombardir Kedubes AS di Baghdad Irak, 4 Orang Tewas

Selasa, 17 Maret 2026 | 21:56:54 WIB
Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak. (AP/Hadi Mizban)

Baghdad,sorotkabar.com - Serangkaian ledakan mengguncang ibu kota Irak, Baghdad, pada Selasa (17/3/2026), setelah sejumlah serangan drone Iran menargetkan lokasi strategis, termasuk Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), hotel, hingga ladang minyak di wilayah selatan.

Mengutip Thestatesman, saksi mata menyebutkan sedikitnya empat orang tewas dalam serangan udara yang menghantam sebuah bangunan di distrik Jadiriya.

Militer Amerika Serikat (AS) juga mengonfirmasi adanya korban dalam insiden tersebut, termasuk empat awak pesawat yang dilaporkan tewas setelah pesawat yang mereka tumpangi jatuh di wilayah Irak.

Serangan drone dilaporkan menyasar kawasan Zona Hijau Baghdad yang merupakan area dengan pengamanan ketat dan menjadi lokasi Kedutaan Besar AS.

Beberapa rekaman video yang beredar menunjukkan kepulan asap di sekitar area tersebut. Sistem pertahanan udara terlihat aktif mencegat sejumlah drone di langit Baghdad.

Sumber keamanan menyebutkan setidaknya empat drone mencoba menyerang kompleks Kedutaan Besar AS, tetapi seluruhnya berhasil dihentikan di udara.

Namun, serpihan drone dilaporkan jatuh di sejumlah titik, termasuk di Jalan Abu Nuwas dan di dalam Zona Hijau.

Selain Kedutaan Besar AS, serangan juga menyasar Hotel Al-Rasheed yang berada di kawasan strategis Baghdad. Kementerian Dalam Negeri Irak menyatakan sebuah drone menghantam bagian atas pagar hotel tersebut.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan besar akibat insiden tersebut.

Di luar ibu kota, serangan meluas hingga ke wilayah selatan Irak. Ladang minyak Majnoon, salah satu fasilitas energi penting, turut menjadi sasaran serangan drone.

Juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak mengonfirmasi insiden tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap keamanan infrastruktur energi nasional.

Rangkaian serangan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama antara Iran di satu sisi dengan AS dan Israel di sisi lain.

Serangan terhadap fasilitas diplomatik dan infrastruktur energi dinilai dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan serta meningkatkan risiko terhadap pasokan energi global.

Hingga kini, otoritas Irak masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait pelaku dan motif di balik serangan tersebut.(*) 
 

Terkini