Pekanbaru,sorotkabar.com - Kabut asap dengan udara yang mengganggu tenggorokan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dengan jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II hanya sejauh 1,2 kilometer pada Rabu (11/3) pagi, berdasarkan pantauan BMKG.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru, Mari Frystine menyampaikan pada pagi hari udara terpantau kabur hingga cerah. Berdasarkan pengamatan BMKG, terjadi kekaburan udara lembab di wilayah Kota Pekanbaru.
"Sobat cuaca, potensi hujan yang sedikit pada hari ini akan menyebabkan lahan menjadi kering. Oleh sebab itu, kami menghimbau untuk sobat dapat membasahi lahan di pekarangan agar tidak berdebu, dan jangan melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar karena hal itu dapat memicu karhutla," katanya di Pekanbaru, Rabu.
BMKG juga mencatat total 121 titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 23.00 WIB, Selasa (10/3). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 57 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Titik panas di Riau paling banyak terpantau di Kabupaten Pelalawan dengan 15 titik, disusul Kabupaten Bengkalis sebanyak 11 titik. Selanjutnya, tujuh titik panas terdeteksi di Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu (4), serta Kota Dumai (3), Kuantan Singingi (3), Siak (2), Inderagiri Hilir (1).
Sementara Manggala Agni Kementerian Kehutanan melaporkan adanya karhutla di Kabupaten Pelalawan dan tim sudah memasuki lokasi. Selain itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau juga melaporkan karhutla di Kabupaten Bengkalis.(*)