MotoGP 2027 Bergejolak, Rossi Diam-diam Tekan Ducati

Rabu, 25 Februari 2026 | 21:37:48 WIB
Valentino Rossi mengisyaratkan target pembalap VR46 untuk musim 2027 guna memperkuat posisi tawar timnya di tengah perubahan regulasi besar MotoGP mendatang. (Beritasatu.com/Celvin Sipahutar)

Jakarta,sorotkabar.com - MotoGP  jarang sekali mengubah arah kebijakannya secara terbuka di depan publik. Biasanya, perubahan besar dimulai dari komentar-komentar kecil yang tampak tidak penting, hingga akhirnya semua potongan teka-teki tersebut tersusun rapi. 

Pernyataan terbaru sang legenda, Valentino Rossi, mengenai pasar pembalap untuk musim 2027 adalah salah satu contoh nyata dari taktik "gerilya" informasi tersebut.  Bagi mereka yang melewatkan kabarnya, mantan juara dunia MotoGP tersebut baru-baru ini menyatakan bahwa ia sudah mengantongi nama-nama pembalap yang ia inginkan untuk memperkuat tim VR46 setelah musim 2026 berakhir. 

“Namun, Rossi menolak menyebutkan identitas mereka. Sikap ini bukan sekadar rasa malu atau kerahasiaan biasa, melainkan cara cerdik untuk memaksa tim pabrikan Ducati bereaksi tanpa harus menciptakan kegaduhan di meja negosiasi,” tulis Ride Apart, Rabu (25/2/2026). 

Pemilihan waktu atau timing dalam pengumuman ini sangatlah krusial. Regulasi teknis baru MotoGP akan resmi diberlakukan pada tahun 2027. Saat keunggulan teknis antar motor mulai menyusut akibat aturan baru, peran pembalap akan kembali menjadi faktor penentu kemenangan. Di era ini, tim satelit bukan lagi sekadar pelengkap di barisan belakang, melainkan penantang gelar yang serius jika mereka memiliki orang yang tepat di atas motor.

Nama Pedro Acosta menjadi sosok yang paling santer dibicarakan sebagai target potensial. Jika hal ini terjadi, Ducati harus memutar otak bagaimana menempatkan Acosta di samping Marc Marquez dan apa dampaknya bagi Francesco Bagnaia. Sekali benang ini ditarik, separuh dari posisi pembalap di grid akan ikut bergeser. Jika bukan Acosta, perhatian akan beralih ke talenta muda seperti Fermin Aldeguer atau David Alonso, pembalap yang tidak hanya mengisi kursi, tapi mampu mendefinisikan sebuah proyek balap.

Sejauh ini, pihak Ducati di Bologna masih memilih untuk irit bicara. Dari sudut pandang pabrikan, bersikap sabar adalah keputusan rasional: amankan Marquez, pahami keinginan Bagnaia, baru kemudian memikirkan tim satelit. Namun, bagi Rossi, kesabaran yang terlalu lama berisiko membuatnya memasuki era regulasi baru tanpa pengaruh yang kuat. Komentar Rossi sebenarnya bukan tentang kontrak, melainkan tentang penegasan posisi tawar.

Perlu diingat bahwa kontrak kerja sama VR46 bisa berakhir setelah musim 2026. Di bawah regulasi baru nanti, struktur tim dan penempatan pembalap akan jauh lebih berharga daripada sekadar keunggulan perangkat keras pabrikan. Rossi tidak hanya meminta motor yang kencang, ia sedang menanyakan di mana posisi timnya dalam hierarki Ducati ketika perbedaan performa antar motor mulai menipis.

Jika Ducati memberikan prioritas akses kepada VR46 untuk mendapatkan pembalap papan atas, maka hubungan ini secara efektif akan berubah menjadi "tim pabrikan kedua", terlepas dari apa pun label resminya. Namun, jika Ducati menolak, Rossi memiliki alasan kuat untuk mulai mendengarkan tawaran dari pabrikan lain tepat saat keseimbangan kompetisi MotoGP diatur ulang (reset).

Dinamika ini diprediksi akan memicu efek domino di seluruh paddock. Satu perpindahan pembalap di Ducati akan menekan rencana Yamaha, memengaruhi strategi jangka panjang KTM, dan memaksa Honda untuk kembali masuk ke dalam percakapan serius. Bursa transfer pembalap MotoGP bukanlah keputusan individu, melainkan reaksi berantai yang disamarkan dalam bentuk kontrak profesional.

Siapa pun yang sudah lama bergelut di dunia balap ini paham bahwa komentar pembalap atau pemilik tim adalah soal momentum, bukan sekadar kutipan berita. Tidak ada negosiasi serius yang dilakukan secara terbuka, namun panggungnya dipersiapkan di sana. Sebuah kalimat dilontarkan, tim lain menjawab tanpa benar-benar menjawab, dan beberapa bulan kemudian, hasil akhirnya akan tampak seolah-olah sudah jelas sejak awal.

Valentino Rossi tidak melontarkan ancaman apa pun, karena ia memang tidak perlu melakukannya. Ia hanya memperjelas bahwa tim VR46 berniat untuk menjadi pemain kunci di era MotoGP mendatang. Keputusan itu tidak akan menunggu kesiapan atau kenyamanan pihak Ducati. Pesan ini sudah tersampaikan dengan sangat jelas kepada semua penghuni paddock.(*) 
 

Terkini