Jepang Umumkan Penempatan Rudal Baru Dekat Taiwan

Rabu, 25 Februari 2026 | 21:05:44 WIB
Penempatan rudal di Pulau Yonaguni akan dimulai pada 2030 dan ditargetkan selesai pada Maret 2031. (Japan Ground Self-Defense Force via AP)

Tokyo,sorotkabar.com – Pemerintah Jepang mengumumkan rencananya untuk mengerahkan sistem rudal permukaan ke udara di salah satu pulau terpencil di bagian barat dekat Taiwan. 

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat pertahanannya di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Mengutip Channel News Asia, Rabu (25/2/2026), rencana tersebut menjadi kali pertama Jepang menetapkan jadwal pasti pengerahan sistem pertahanan tersebut. Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan langkah ini bertujuan meningkatkan kemampuan pertahanan udara di pulau yang telah menjadi lokasi pangkalan militer Jepang.

Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, dalam konferensi pers pada Selasa (24/2/2026) di Tokyo, mengatakan penempatan rudal di Pulau Yonaguni akan dimulai pada 2030 dan ditargetkan selesai pada Maret 2031. Yonaguni merupakan pulau berpenghuni paling barat Jepang dan terletak dekat dengan Taiwan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perselisihan panas yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara Jepang dan China. Sebelumnya, pemerintah China mengumumkan pembatasan ekspor terhadap puluhan perusahaan Jepang yang dinilai terlibat dalam pembangunan militer negara tersebut.

Koizumi, yang mengunjungi Pulau Yonaguni pada November 2025, mengatakan kementeriannya akan mengadakan pengarahan bagi penduduk setempat pada pekan depan. Pulau tersebut berada sekitar 110 kilometer di sebelah timur Taiwan dan sekitar 1.900 kilometer di barat daya Tokyo.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, pada November 2025 menyatakan Jepang dapat melakukan intervensi militer apabila terjadi serangan terhadap Taiwan.

Sejak pernyataan Takaichi tersebut, China melarang warga negaranya bepergian ke Jepang, yang berdampak pada sektor pariwisata sebagai salah satu pilar ekonomi Jepang.

China diketahui menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan kemungkinan merebutnya dengan sikap yang melibatkan kekerasan. (*) 
 

Terkini