Retribusi Tetap Masuk Kas Daerah, Pengelolaan CFD Pekanbaru Dialihkan ke Koperasi Kodim

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:00:03 WIB
Kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman kini memasuki babak baru pengelolaan.

Pekanbaru, sorotkabar.com – Kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman kini memasuki babak baru pengelolaan. 

Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan untuk merombak sistem penataan pedagang guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini dianggap belum terserap maksimal akibat tata kelola yang kurang terstruktur.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang mengatakan, selama ini potensi ekonomi di arena CFD belum tergarap secara profesional. Sebagai solusinya, pemerintah menggandeng badan usaha, yakni Koperasi Kodim, untuk mengambil alih tanggung jawab operasional di lapangan. Pemilihan mitra ini merujuk pada keberhasilan mereka dalam menata kawasan kuliner malam di Jalan Cut Nyak Dien.

"CFD selama ini belum dikelola secara struktural meski di bawah naungan Disperindag. Hal ini membuat kontribusi pendapatan belum maksimal," ujar Iwan Simatupang, Senin (9/2/2026).

Iwan memastikan bahwa meskipun pihak ketiga kini memegang kendali teknis, aliran dana retribusi dari para pedagang tidak akan lari ke kantong pribadi. Seluruh pungutan resmi tetap diwajibkan masuk ke kas daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya ketertiban tanpa mengesampingkan aspek transparansi anggaran yang selama ini menjadi tanda tanya masyarakat.

Pihak pengelola diperintahkan untuk segera menjalin komunikasi intensif dengan para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup di area CFD. Sosialisasi mendalam mengenai aturan lapak, mekanisme iuran, hingga tata tertib kebersihan menjadi poin utama yang harus dipahami oleh pedagang agar tidak muncul riak penolakan di kemudian hari.

"Kami minta pengelola sosialisasi dulu kepada pedagang. Terkait iuran dan penataan lapak, semuanya harus jelas agar tidak ada salah paham," tambahnya.

Respon dari kalangan pedagang sejauh ini terpantau positif terhadap perubahan tersebut. Kehadiran pengelola baru diharapkan mampu mengikis praktik pungli liar dan menciptakan suasana belanja yang lebih nyaman bagi pengunjung mingguan di pusat kota tersebut. (*) 
 

Terkini