Perbasi Kepulauan Seribu Gandeng DBL Gelar Coaching Clinic Basket di Pulau Pramuka

Kamis, 05 Februari 2026 | 21:44:16 WIB
REPUBLIKA/FitriyantoDirecktur DBL Basketball Academy Dimaz Muharri memberikan coaching clinic kepada siswa SMAN 69 Kepulauan Seribu, Rabu (4/2/2026).

Jakarta,sorotkabar
com — Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kepulauan Seribu menggandeng DBL Academy untuk menggelar coaching clinic basket di SMA Negeri 69 Pulau Pramuka, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa dan menjadi coaching clinic basket pertama yang digelar di Kepulauan Seribu. Program tersebut juga merupakan realisasi komitmen Ketua Pengkab Perbasi Kepulauan Seribu periode 2022–2026 Muhammad Reza Anugrah dalam upaya mengembangkan olahraga basket di wilayah kepulauan.

Di sela kegiatan pelatihan sekaligus penyerahan bantuan bola basket dan perlengkapan basket untuk satu-satunya SMA di Kepulauan Seribu itu, Reza berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemicu semangat generasi muda untuk aktif berolahraga, khususnya basket.

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan motivasi kepada anak-anak muda, terutama pelajar SMA Negeri 69, agar aktif bermain basket. Ternyata di sini sudah ada lapangan yang cukup layak. Kami bersama DBL siap mendukung. Ini menjadi sejarah karena baru pertama kali coaching clinic basket digelar di Kepulauan Seribu,” ujar Reza.

Reza berharap ke depan SMA Negeri 69 Pulau Pramuka dapat berpartisipasi dalam kompetisi pelajar terbesar di Indonesia, yakni DBL. Ia menilai potensi pelajar di Kepulauan Seribu cukup menjanjikan, termasuk dari sisi postur tubuh.

“Harapannya mereka aktif dan rutin bermain basket. Semoga suatu saat bisa mengikuti ajang DBL Jakarta atau regional lainnya. Kami ingin anak-anak pulau juga bisa bermain basket secara aktif,” katanya.

Ketua Umum Perbasi DKI Jakarta Lexyndo Hakim mengapresiasi sinergi antara Perbasi Kepulauan Seribu dan DBL Academy. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diikuti dengan program berkelanjutan.

“Harapannya tidak hanya sebatas acara ini, tetapi ada tindak lanjut. Nantinya bisa terbentuk komunitas basket yang aktif, berkesinambungan, dan konsisten di Kepulauan Seribu,” ujar Lexyndo.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Unit Kerja Teknis (UKT) 1 Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Ghofir Septiadin. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai momentum penting bagi perkembangan basket di wilayah kepulauan.

“Ini merupakan momentum pertama adanya coaching clinic basket di Kepulauan Seribu. Semoga kegiatan ini berkelanjutan dan membawa dampak positif bagi para pelajar,” kata Ghofir.

Sementara itu, pelatih DBL Academy Dimaz Muharri menjelaskan, coaching clinic ini difokuskan pada penguatan dasar-dasar permainan basket. Menurutnya, masih banyak pelajar SMA yang perlu memperbaiki teknik dasar meski sudah merasa nyaman saat bermain.

“Kami memberikan pelatihan dari yang paling dasar, seperti dribble, shooting, dan lay up. Di usia pelajar SMA ternyata masih banyak hal yang bisa diperbaiki. Antusiasme mereka juga luar biasa, bahkan melebihi ekspektasi,” ujar Dimaz.

Mantan point guard timnas Indonesia asal Binjai, Sumatera Utara, itu juga menanggapi peluang siswa SMA Negeri 69 untuk tampil di ajang DBL. Menurutnya, meski sekolah belum bisa ikut serta, secara individu para pemain berpotensi menembus program DBL Camp.

“Kalau sekolahnya belum ikut DBL, pemain secara personal tetap punya peluang. Di beberapa daerah lain seperti Bengkulu dan Mataram, ada siswa yang masuk DBL Camp bahkan hingga DBL All Star meski sekolahnya tidak mengikuti kompetisi DBL,” kata Dimaz. (*) 
 

Terkini