Pekanbaru,sorotkabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya meningkatkan capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas bagi masyarakat.
Pasalnya, hingga akhir Mei 2026 ini capaian CKG di Provinsi Riau masih jauh dari setengah penduduk Provinsi Riau yang mengakses layanan kesehatan gratis tersebut.
Kepala Diskes Riau Zulkifli mengatakan, hingga saat ini baru sekitar 586.594 jiwa yang mengakses cek kesehatan gratis ini. Sementara jumlah penduduk Riau mencapai 6,86 juta jiwa.
"Cek kesehatan gratis ini merupakan program Presiden Prabowo. Dimana pada tahun 2025 target nasional 36 persen, dimana Riau hanya mencapai 19 persen. Pada tahun 2026 ini target nasional 46 persen, dan Riau sampai 23 Mei 2026 baru mencapai 8,54 persen," kata Zulkifli, Jumat (29/5/2026).
Zulkifli mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes kabupaten kota se-Provinsi Riau untuk memastikan pelayanan kesehatan tahun 2026 dan melakukan evaluasi program CKG.
"Kita sudah melakukan koordinasi terkait capaian program Hastacita Presiden Probowo di bidang kesehatan ini. Tentu program strategis nasional bidang kesehatan ini harus menjadi perhatian kita semua, termasuk masyarakat," ujarnya.
Berdasarkan hasil pantauan dari 244 Puskesmas di Riau, masih ada Puskesmas yang capaian CKG di bawah 1.000 capaiannya. Namun jika melihat capaian kabupaten/kota, Kampar yang tertinggi capaiannya 16,2 persen dan disusul Rokan Hulu 13,7 persen. Sedangkan kabupaten capaian terendah adalah Siak masih 3,4 persen.
"Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota untuk melakukan langka-langka percepatan, terutama terhadap bayi, balita dan siswa SD, SMP dan SMA sederajat, serta kelompok dewasa dan lansia," imbuhnya.
Lebih lanjut Zulkifli menjelaskan, pihaknya memamtok target 4 persen per bulan, sehingga 12 bulan ditargetkan bisamencapai 44 persen.
"Namun kita sekarang sudah mengalami ketertinggalan, karena itu untuk 8 bulan kedepan kita harus melakukan langka-langka yang lebih masif lagi. Seperti yang sudah dilakukan Kampar dan Rohul, dan sekarang menyusul Kota Pekanbaru," sebutnya.
Zulkifli memaparkan, cek kesehatan gratis ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit masyarakat Riau yang jumlahnya mencapai 6,86 juta penduduk. Sehingga nanti penyakit masyarakat bisa dilakukan kontrol kesehatan dan tindakan.
"Apalagi penyakit terbanyak saat ini adalah hipertensi yang beresiko stroke, sehingga penyakit ini perlu dikendalikan. Begitu juga penyakit diabetes. Kalau sudah diidentifikasi, tentu masyarakat lebih berhati-hati dan selalu melakukan kontrol di Puskesmas," paparnya.
Dengan CKG, masyarakat tidak akan mengalami sakit yang lebih serius sampai harus dirawat atau dioperasi. Namun upaya tersebut tentu harus didukung masyarakat.
"Harapannya masyarakat bisa patuh melakukan pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas. Sebab jika terindikasi ada masalah kesehatan, maka bisa langsung diobati dan tidak sampai dirawat. Kalau tidak dirawat tentu pembiayaan menjadi ringan," cetusnya.
"Bagitu juga petugas finas kesehatan, dengan teridentifikasi masalah kesehatan masyarakat tentu selalu Puskesmas sudah bisa memetakan obat-obat saja yang dibutuhkan di Puskesmas tersebut dalam melayani masyarakat sekitar. Dengan begitu perencanaan pengadaan obat lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar," tutupnya.(*)