Jakarta,sorotkabar.com -- Pembalap JDT Racing Team asal Malaysia, Hafizh Syahrin, jadi sorotan karena melakukan selebrasi berbahaya usai kelas Asian Superbike 1000 pada kejuaraan Asia Road Racing Championship (ARRC).
Selebrasi Hafizh Syahrin usai memenangkan Race 2 seri pembuka ARRC di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (12/4) nyaris berakhir tragis ketika eks pembalap MotoGP itu melambatkan sepeda motornya sebelum garis finis.
Ditengarai merasa punya jarak yang jauh dengan pembalap di belakang, selebrasi Hafizh Syahrin hampir berbuah petaka. Ini karena dua kontestan lain yakni Andi Farid Izdihar dan Keito Abe sedang bersaing ketat jelang garis finis.
Pada tayangan ulang, terlihat detik-detik Hafizh Syahrin nyaris tertabrak oleh rekan setimnya, Andi Farid atau yang dikenal sebagai Andi Gilang itu. Akibatnya, penyelenggara balapan menerapkan sanksi untuk Hafizh.
Race Director kemudian memberi hukuman untuk Hafizh. Sang pembalap dinyatakan melanggar peraturan Pasal 1.21.18, Pasal 1.21.2, dan Pasal 1.21.2.3.
Regulasi tersebut mengatur tentang larangan pembalap melaju pelan di trek lurus setelah garis finis. Akibatnya, Hafizh Syahrin wajib membayar denda US$500 atau Rp8,5 juta dan Long Lap Penalty. Nantinya, Long Lap Penalty akan berlaku di Race 1 pada seri berikutnya di Thailand.
Belakangan, pihak klub JDT Racing Team tak menyinggung soal insiden ini. Baik Hafizh Syahrin dan Andi Gilang sama-sama melontarkan komentar bernada positif.
"Alhamdulillah, kami memenangkannya lagi. Seperti yang saya bilang, satu kemenangan itu hebat dan kami melakukannya dua kali," ujar Hafizh.
"Balapan kedua tidak diawali dengan baik. Saya terlempar ke posisi kedelapan dan mampu bangkit. Saya kemudian lebih percaya diri dan nyaman dengan sepeda motor," ucap Andi.
Sebelumnya pada Race 1, Hafizh juga menempati peringkat pertama. Begitu pula dengan Abe dan Andi Gilang yang ada di posisi tiga besar. Di klasemen sementara, Hafizh ada di posisi pertama diikuti Abe dan Andi Gilang.(*)