USS Gerald Ford Baru Kelar Perbaikan, AS Sisa 1 Kapal Induk di Teluk

USS Gerald Ford Baru Kelar Perbaikan, AS Sisa 1 Kapal Induk di Teluk
Kapal induk AS, USS Gerald R Ford. (AP/AP)

Washington,sorotkabar.com -  Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R Ford meninggalkan pelabuhan Split, Kroasia, setelah menjalani perbaikan dan pengisian logistik. Namun, belum ada kepastian apakah kapal tersebut akan kembali terlibat dalam operasi militer di Timur Tengah.

Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R Ford meninggalkan pelabuhan Split, Kroasia, setelah menjalani perbaikan dan pengisian logistik. Namun, belum ada kepastian apakah kapal tersebut akan kembali terlibat dalam operasi militer di Timur Tengah.

Angkatan Laut AS pada Kamis (2/4/2026) menyatakan bahwa kapal induk tersebut telah menyelesaikan kunjungan pelabuhan selama lima hari. “USS Ford tetap sepenuhnya siap untuk mendukung tujuan nasional di wilayah mana pun,” demikian pernyataan resmi Angkatan Laut AS.

Hingga kini, tujuan pelayaran berikutnya belum diumumkan. Gugus Tempur Kapal Induk Ford yang berangkat dari Norfolk, Virginia, sejak akhir Juni 2025, telah berada di laut selama 282 hari.

Jika tidak kembali sebelum 15 April 2026, penugasan ini akan menjadi yang terpanjang dalam beberapa dekade.

Kapal induk super bernilai sekitar US$ 13 miliar itu sebelumnya menjalani perbaikan setelah insiden kebakaran di area pencucian pada pertengahan Maret 2026. Kebakaran tersebut memaksa ratusan awak kapal dipindahkan, sementara Angkatan Laut harus mengirim kasur dari kapal lain untuk menggantikan yang rusak. Penyebab insiden masih dalam penyelidikan.

USS Gerald R Ford sempat bersandar di Teluk Souda, Yunani, pada 23 Maret 2026 untuk perbaikan, termasuk renovasi tujuh ruang tidur awak. Setelah lima hari, kapal melanjutkan perjalanan ke Split pada 28 Maret untuk mengisi perbekalan tambahan, di mana sebagian awak juga mendapatkan waktu cuti.

Penugasan yang berkepanjangan ini memicu kekhawatiran terkait kondisi moral awak dan kesiapan tempur kapal. Mantan Laksamana Muda AS Mark Montgomery memperingatkan bahwa peralatan kapal berpotensi mengalami penurunan kinerja setelah delapan bulan tanpa perawatan rutin di pelabuhan.

Pihak Angkatan Laut juga mengakui tantangan yang dihadapi para awak. Komandan Angkatan Laut AS Daryl Caudle menyatakan bahwa penugasan panjang menuntut ketahanan tinggi dan berdampak pada kehidupan pribadi para pelaut.

“Penugasan jangka panjang membutuhkan daya tahan. Para pelaut melewatkan banyak momen penting bersama keluarga, dan pengorbanan itu nyata,” ujar Caudle.

Saat ini, Angkatan Laut AS hanya memiliki satu kapal induk aktif di Timur Tengah, yaitu USS Abraham Lincoln, yang terlibat dalam operasi terkait konflik dengan Iran. Sementara itu, USS George HW Bush dilaporkan berangkat dari Norfolk pada Rabu (1/4/2026) dan diduga menuju kawasan tersebut.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index