Catat Prestasi Dunia, Timnas Wushu Indonesia Menuju Youth Olympic 2026

Catat Prestasi Dunia, Timnas Wushu Indonesia Menuju Youth Olympic 2026
Timnas Wushu Junior Indonesia dalam acara syukuran bersama Pengurus PB WI. (Gonews.co Group)

Jakarta,sorotkabar.com – Timnas Wushu Junior Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior yang bertajuk The 10th World Junior Wushu Championship 2026, yang berlangsung di Tianjian, China, 25-30 Maret 2026 lalu.

Dengan perolehan total 27 medali, terdiri dari: 9 medali emas,  11 perak dan 7 perunggu tersebut menempatkan Indonesia di bawah Hong Kong (1) dan China (2), sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama wushu dunia.

Yang menjadi catatan penting, prestasi ini diraih melalui program Pelatnas Junior dengan durasi yang sangat terbatas, yakni hanya sekitar 3 minggu sebelum kejuaraan berlangsung. Kondisi ini menunjukkan bahwa atlet-atlet muda Indonesia memiliki potensi besar dan daya saing tinggi di level internasional.

Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menyampaikan: “Prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh ekosistem pembinaan wushu nasional. Dengan persiapan yang terbilang terbatas, kita mampu meraih peringkat tiga dunia. Ini menjadi bukti bahwa potensi atlet kita sangat besar dan perlu didukung dengan program pembinaan yang lebih panjang, terstruktur, dan berkelanjutan.”

Dalam acara syukuran di Arthotel Hotel Senayan Jakarta, Rabu (1/4/2026), Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB WI, Ngatino mengemukakan, prestasi yang diraih Timnas Wushu Indonesia kali ini menunjukkan konsistensi prestasi. Untuk itu, Ngatino mengapresiasi perjuangan para atlet, seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) WI yang telah melahirkan atlet-atletnya yang mewakili Indonesia di kejuaraan dunia ini.

“Nah, salam dari Pak Ketua Umum, Pak Airlangga Hartarto yang sekarang masih di Jepang dan selalu memonitor kegiatan atlet-atlet, selalu menanyakan perkembangan. Hari ini Pak Ketua Umum tidak bisa ada di tengah-tengah kita, tapi tanpa mengurangi rasa hormat tanpa mengurangi keberadaan beliau, beliau sudah tahu bahwa hari ini, pagi ini juga beliau memonitor kehadiran kita semuanya,” kata Ngatino.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB WI Gunawan Tjokro mengemukakan, prestasi yang diraih kali ini merupakan suatu hal yang harus disyukuri karena  wushu bisa mempertahankan prestasi dari waktu ke waktu.  Dia kemudian menyebutkan, pada Kejuaraan Dunia Junior tahun 2022, ketika Indonesia menjadi tuan rumah, Tim Merah Putih memperoleh sepuluh emas. Saat ini ketika bertarung di kandang lawan di China, mampu meraih sembilan emas.

“Itu artinya, pembinaan  kita berjalan dengan baik dan konsisten sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang positif.  Ini penting kenapa?  Karena, kita tahu nanti pada bulan Oktober akan ada Olimpiade Remaja (Youth Olympic),  dimana wushu akan dipertandingkan. Jadi hasil saat ini merupakan modal awal bagi kita semua untuk memperoleh tiket ke Youth Olympic  yang akan diadakan di Dakkar, Senegal 2026,” kata Gunawan Tjokro.

Diungkapkan oleh Gunawan, International Wushu Federation (IWUF) juga sedang berusaha keras,  dengan seluruh dukungan semua negara, ingin membawa wushu bisa masuk ke Olimpiade.  Diharapkan, pada Olimpiade tahun 2032, wushu akan dipertandingkan lagi.

Dalam bagian lain, Komjen (Purn) Setyo Wasisto menyoroti dalam olahraga, hasil dilihat dari pembinaan. Ketika pembinaanya benar, maka bisa melihat prestasinya dihasilkan. “Alhamdulillah, atas kerja sama dari seluruh stakeholder yang terkait, baik atlet, pelatih, para pendukung, orang tua, terutama orang tua ini. Orang tua yang kita ucapkan terima kasih banyak telah mendukung anak-anaknya untuk bisa berprestasi di olahraga wushu,” ujarnya.

Setyo Wasisto juga mengharapkan tentunya masyarakat Indonesia memahami bahwa olahraga wushu ini bukan olahraga yang bisa short cut langsung berprestasi. Ini adalah proses. Ketika bermain pada usia yang sudah lanjut, maka akan sulit berprestasi. Maka, PB WI  selalu menekankan pembinaan mulai dari junior.

“Junior ini adalah cikal bakal nanti atlet-atlet senior yang akan bertanding di tingkat dunia. Yang akan mengharumkan nama bangsa. Sekali lagi, kami mengharapkan hubungan dari seluruh masyarakat, pemerintah, dan seluruh stakeholder yang terkait mendukung olahraga wushu ini untuk bisa berprestasi di tingkat dunia,” tuturnya.

Menyinggung tentang kuota atlet Indonesia yang lolos ke Olimpiade Junior nanti, baik Ngatino maupun Gunawan Tjokro menyatakan masih menunggu keputusan dari Federasi Wushu Internasional (IWUF). Pasalnya, IWUF akan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil dari kejuaraan dunia di China kali ini.

“Persaingan ke Youth Olympic ini sangat sedikit sekali kuotanya, sangat kecil sekali. Dengan demikian, perwilayah kuotanya sangat kecil, jadi  sangat kompetitif. Tentu, seperti saya katakan tadi, dengan sukses  di China ini, tentu ini merupakan salah satu juga proses menuju ke Youth Olympic  nanti,” terang Gunawan.

Namun menurut Gunawan,  sampai hari ini, PB belum menentukan jumlah atlet yang akan dikirim. Ini karena kuotanya belum pasti. “Mudah-mudahan, dari hasil yang kita peroleh ini kita bisa lolos ke Youth Olympic.”

Kemudian Ngatino menambahkan,  nanti dari hasil kejuaraan dunia ini, IWUF akan memverifikasi, kemudian tentu akan menerbitkan surat keputusan siapa-siapa yang akan lolos ke Dakkar. Dia memperkirakan Indonesia akan mampu meloloskan atlet ke Dakkar sesuai dengan hasil yang diraih di kejuaraan dunia.  “Apalagi kami Januari lalu juga sudah mengirimkan, dipanggil oleh IWUF,  untuk berlatih bersama di China untuk persiapan ke  Youth Olympic,” paparnya.

Setelah kejuaraan dunia ini, pembinaan para atlet berjalan terus dengan dukungan Dewan Kehormatan dan pengurus serta tentunya kerja sama dengan daerah-daerah. Ngatino mengemukakan daerah juga kontribusinya luar biasa untuk pembinaan di daerahnya.

“Jadi kita tidak berhenti, dari sini kita kembali ke daerah, daerah yang melanjutkan pembinaan dan kami memonitor, dan kalau ada event-event semacam ini kami tanggung jawab ya untuk membantu pelaksanaan,” kata Ngatino.

Gunawan mempertegas, untuk persiapan kejuaraan dunia kali ini, PB WI mempersiapkan hanya sekitar 3 minggu. Artinya apa? Artinya pembinaan di tingkat provinsi itu lebih baik. “Coba kalau provinsi pembinaan setengah, setengah jadi?  Tidak bisa sebulan. Tetapi kalau provinsi juga punya, untuk berprestasi dan pembinaan yang luar biasa  dan menyebar ya, bukan cuma satu provinsi, semua provinsi aktif  maka PB enteng dengan pembinaan satu bulan sudah bisa mendapatkan prestasi yang benar. Ya itulah bentuk kolaborasi atau kerjasama antara Pengprov dan PB,” ucapnya.

Kontribusi Daerah dan Dewan Kehormatan

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran penting pembinaan di daerah/provinsi yang selama ini berjalan dengan baik dan konsisten. Sistem pembinaan berjenjang di tingkat daerah telah menjadi fondasi utama dalam mencetak atlet-atlet muda berkualitas yang siap bersaing di level dunia.

Selain itu, dukungan dan kontribusi dari para anggota Dewan Kehormatan PB WI juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program pembinaan serta memberikan dorongan moral dan strategis bagi kemajuan prestasi nasional. Lebih lanjut, capaian ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat program pembinaan nasional, khususnya dalam rangka persiapan menuju Youth Olympic Games tahun ini.

Diharapkan dengan dukungan yang lebih optimal dari pemerintah, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam ajang tersebut. (*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index