Samarinda, sorotkabar.com -
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Timur meminta seluruh masyarakat untuk menunda sementara perjalanan ibadah umrah, menyusul kondisi keamanan yang dinilai belum sepenuhnya kondusif akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pelaksana tugas Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Mohlis Hasan, di Samarinda, Kamis, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Agama RI.
Berdasarkan arahan pusat, otoritas daerah diminta meningkatkan kewaspadaan dalam memantau keberangkatan jamaah guna menjamin keselamatan.
"Kami menyarankan masyarakat untuk menahan diri demi keselamatan, mengingat beberapa negara di Timur Tengah sempat menutup wilayah udaranya," ujar Mohlis.
Mohlis menekankan bahwa alasan utama penundaan ini adalah belum terjaminnya keamanan jalur udara di wilayah terdampak konflik.
Ia menyarankan jamaah untuk terus memantau arahan ketat dari maskapai penerbangan yang memiliki informasi paling akurat mengenai keamanan rute menuju Tanah Suci.
Secara syariat, Mohlis mengingatkan bahwa perjalanan spiritual yang tidak terjamin keamanannya dapat menggugurkan kewajiban pelaksanaan ibadah.
“Syarat mutlak kelayakan beribadah ke Tanah Suci tidak hanya mencakup kesehatan jasmani dan kemampuan finansial, tetapi juga adanya jaminan keselamatan di sepanjang perjalanan,” jelasnya.
Mengingat minat umrah biasanya melonjak tajam menjelang sepuluh hari terakhir Ramadhan (Lailatul Qadar), Kanwil Kemenag Kaltim meminta agen perjalanan dan masyarakat untuk lebih proaktif memantau perkembangan situasi terkini.(*)