Kru WNI Tewas dalam Kebakaran Kapal Pesiar di Singapura

Kru WNI Tewas dalam Kebakaran Kapal Pesiar di Singapura
Kapal pesiar World Legacy. (CNA)

Jakarta,sorotkabar.com - Seorang kru kapal asal Indonesia meninggal dunia setelah terjadi kebakaran di kapal pesiar World Legacy yang sedang berlayar menuju Singapura, Jumat (20/2/2026). Informasi tersebut disampaikan Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (Maritime and Port Authority/MPA).

Melansir CNA, Minggu (22/2/2026), berdasarkan hasil penyelidikan awal, api muncul di area lounge yang berada di dek sembilan kapal berbendera Liberia tersebut sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Kebakaran berhasil dipadamkan oleh awak kapal sebelum petugas pemadam kebakaran marinir dari Singapore Civil Defence Force (SCDF) melakukan penanganan lanjutan.

Seluruh 271 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat, termasuk 139 warga Singapura. Empat penumpang sempat dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut

Saat ini kapal berada dalam kondisi stabil dan berlabuh di Raffles Reserved Anchorage, kawasan perairan dekat Pulau Semakau dan Pulau Senang yang berada di wilayah Pelabuhan Singapura. Area tersebut umumnya digunakan untuk keperluan khusus, seperti perbaikan kapal, penyimpanan, serta bongkar muat.

MPA menyatakan kapal patroli, polisi penjaga pantai, dan SCDF dikerahkan untuk menangani insiden tersebut. Otoritas juga telah menetapkan zona aman di sekitar kapal serta mengeluarkan pemberitahuan navigasi agar kapal lain menjauh dari lokasi.

Awalnya, jumlah penumpang dilaporkan 224 orang, termasuk 185 warga Singapura. Namun angka tersebut direvisi setelah verifikasi data lebih lanjut. Sebanyak 190 penumpang gelombang pertama diturunkan di Terminal Feri HarbourFront setelah proses evakuasi.

Jenazah kru warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal telah dipindahkan ke darat. MPA menyebut pihak berwenang terkait tengah melakukan tindak lanjut, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura telah diberi tahu.

Operator kapal, World Cruises dalam pernyataan resminya menyampaikan duka mendalam.

“Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dan sedang berhubungan dengan keluarga untuk memberikan dukungan selama masa sulit ini,” demikian pernyataan perusahaan.

MPA menambahkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi. Para surveyor dari lembaga klasifikasi yang ditunjuk pemilik kapal akan melakukan pemeriksaan untuk menilai tingkat kerusakan sebelum kapal diizinkan kembali beroperasi.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index