Mendag Imbau Produsen Perbanyak Minyak Goreng Second Brand

Mendag Imbau Produsen Perbanyak Minyak Goreng Second Brand
Republika/PrayogiPekerja menata kardus berisi minyak goreng MinyaKita di salah satu mitra pengemasan MinyaKita di Cakung, Jakarta , Rabu (12/5/2025).

Jakarta,sorotkabar.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengimbau para produsen minyak goreng untuk juga memproduksi minyak goreng second brand guna memperluas pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng. 

Mendag Budi Santoso, diwawancarai di Palembang, Kamis (12/2/2026), mengatakan apabila produksi minyak goreng second brand semakin banyak, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng sehari-hari.

Menurutnya, minyak second brand merupakan pendamping dari MinyaKita, yakni minyak goreng kemasan sederhana milik Kementerian Perdagangan RI yang bertujuan menyediakan minyak goreng rakyat.

"Produksi MinyaKita sangat banyak, sangat berlimpah," katanya.

Oleh karena itu, Mendag berharap produsen dapat memperbanyak produksi second brand sebagai pendamping MinyaKita untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menghindari ketergantungan pasar pada satu produk.

Sebelum program MinyaKita berjalan, jumlah merek second brand bisa mencapai sekitar 50 jenis. Namun, kini menyusut karena produsen beralih memproduksi MinyaKita.

Mendag juga menekankan bahwa MinyaKita merupakan bagian dari kebijakan domestic market obligation (DMO) yang volumenya bergantung pada kinerja ekspor. Oleh karena itu, produsen diharapkan dapat memperbanyak produksi second brand untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Saat ini, second brand minyak goreng sudah tersedia dalam berbagai kemasan dan merek, mulai dari 250 mililiter hingga 500 mililiter, dengan jenis dan harga yang semakin bervariasi.

Namun, seiring berjalannya waktu, MinyaKita kemudian menjadi indikator tunggal ketersediaan dan stabilisasi harga.

Akibatnya, jika MinyaKita tidak tersedia, narasi yang muncul adalah minyak goreng langka, padahal sebenarnya merek minyak goreng lain masih banyak tersedia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indokarya Internusa Palembang, Kanna, mengatakan stok bahan baku untuk produksi minyak goreng dalam kondisi aman.

Saat ini, produksi mencapai sekitar 72.000 liter per hari atau sekitar 6.000 dus per hari, dengan isi 12 pak atau 12 liter per dus.

Untuk pendistribusian, sekitar 80 persen produk disalurkan ke Sumatera Selatan, bekerja sama dengan distributor dan Bulog.

Selain itu, sebagian produk juga didistribusikan ke Jambi serta beberapa provinsi lain di sekitar Sumatera Selatan hingga ke wilayah lainnya.

"Stok bahan baku juga aman saat ini, hanya saja harganya memang terus naik dari waktu ke waktu," ujar Kanna.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index