Komdis PSSI Hukum PSPS Pekanbaru: Satu Laga Tanpa Penonton dan Denda Rp30 Juta

Komdis PSSI Hukum PSPS Pekanbaru: Satu Laga Tanpa Penonton dan Denda Rp30 Juta
Kedua kapten tim bersama wasit berfoto bersama sebelum melakoni pertandingan PSPS Pekanbaru kontra Adhyaksa Banten pada Jumat (23/1/2026) malam di Stadion Kaharuddin Nasution.

Pekanbaru,sorotkabar.com– Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi kepada PSPS Pekanbaru menyusul insiden yang melibatkan oknum suporternya dalam laga Pegadaian Championship 2025/2026 melawan Adhyaksa FC Banten. 

Sanksi tersebut diputuskan Komdis PSSI dan diumumkan melalui laman resmi pada Kamis (12/2/2026).

Dalam putusannya, Komdis mencatat dua pelanggaran berbeda yang seluruhnya terjadi pada pertandingan PSPS Pekanbaru versus Adhyaksa FC Banten yang digelar di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Jumat malam, 23 Januari 2026.

Pelanggaran pertama berkaitan dengan perilaku tidak sportif suporter PSPS. Komdis mencatat adanya nyanyian tidak pantas yang ditujukan kepada perangkat pertandingan, tindakan meludahi pemain tim tamu, serta pelemparan ke arah bus Adhyaksa FC Banten. Atas pelanggaran tersebut, PSPS dijatuhi sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat menjadi tuan rumah serta denda sebesar Rp15 juta.

Selain itu, PSPS Pekanbaru juga dikenai sanksi tambahan berupa denda Rp15 juta akibat insiden pelemparan botol air minum kemasan ke arah perangkat pertandingan yang dilakukan suporter dari Tribun Barat pada laga yang sama.

Pertandingan yang berujung sanksi tersebut memang berlangsung dalam tensi tinggi dan diwarnai sejumlah keputusan krusial melalui Video Assistant Referee (VAR). Dalam laga lanjutan pekan ke-17 Liga 2 2025/2026 itu, PSPS Pekanbaru harus puas bermain imbang 1-1 melawan Adhyaksa FC Banten di hadapan 7.523 penonton.

Sejak awal laga, PSPS tampil agresif dengan motivasi membalas kekalahan telak 3-7 pada pertemuan pertama November lalu. Tekanan tuan rumah berbuah gol cepat pada menit ke-10 melalui Asir Asiz. Memanfaatkan serangan balik dari sisi kiri, Asir melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper Adhyaksa, Chairil Zul Azhar. Gol tersebut menjadi gol kelima Asir sepanjang musim.

Adhyaksa merespons dengan meningkatkan intensitas serangan, terutama lewat pergerakan striker asing Ramiro Fergonzi. Kiper PSPS Muhammad Darmawan tampil sigap menjaga keunggulan timnya lewat sejumlah penyelamatan penting.

Kontroversi pertama muncul pada menit ke-34 saat wasit Yendi Krisdianto sempat menunjuk titik putih setelah Vier Donny terjatuh di kotak penalti. Namun, keputusan tersebut dianulir usai peninjauan VAR.

Petaka bagi PSPS datang di masa tambahan waktu babak pertama. Kesalahan koordinasi lini belakang dimanfaatkan Ramiro Fergonzi dan kembali memicu tinjauan VAR. Wasit akhirnya menghadiahkan penalti untuk Adhyaksa yang sukses dieksekusi Makan Konte pada menit ke-45+5. Skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda.

Momen krusial kembali terjadi pada menit ke-64 ketika PSPS sempat mencetak gol melalui Antonio Gamaroni. Gol tersebut dianulir setelah VAR menilai adanya handball dalam proses penguasaan bola. Keputusan ini memicu kekecewaan suporter tuan rumah dan mempertebal tensi di stadion.

Hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim gagal mencetak gol tambahan. Adhyaksa tampil lebih berhati-hati di menit-menit akhir dan kerap memperlambat tempo permainan. Skor 1-1 pun bertahan, dengan PSPS harus berbagi poin di kandang sendiri, sementara Adhyaksa membawa pulang satu poin berharga dari Pekanbaru. (*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index