Vienna,sorotkabar.com - Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) mengadakan sesi khusus pada Jumaat (30/1/2026) waktu setempat untuk membahas risiko terhadap keselamatan nuklir di Ukraina, seiring serangan nonstop Rusia terhadap Ukraina.
Serangan Rusia ke Ukraina yang tanpa henti, secara bersamaan meningkatkan kekhawatiran terhadap infrastruktur energi nuklir Ukraina terkait potensi bahaya kecelakaan nuklir yang semakin besar.
Pertemuan mendesak IAEA diadakan atas permintaan Belanda dengan dukungan dari 11 negara lain yakani Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Lithuania, Luksemburg, Portugal, Rumania, dan Inggris. Meskipun tidak akan menghasilkan hasil yang mengikat, tujuan dari pertemuan ini adalah untuk meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Rusia.
“Serangan Rusia yang berkelanjutan dan setiap hari terhadap infrastruktur energi Ukraina dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan kerusakan yang signifikan,” kata Duta Besar Belanda Peter Potman, dikutip dari AP, Sabtu (31/1/2026).
Kerusakan infrastruktur energi tidak hanya membuat jutaan warga Ukraina kedinginan di tengah musim dingin yang masih berlangsung, namun juga krisis listrik.
“Jutaan warga Ukraina kedinginan dan hidup dalam kegelapan selama musim dingin yang sangat keras. Ini juga berdampak negatif pada keselamatan nuklir di Ukraina, membawa peluang untuk terjadinya kecelakaan nuklir semakin dekat ke ambang kenyataan," tambahnya.
Senada dengan Peter, Duta Besar Ukraina Yurii Vitrenko menyebut sudah saatnya IAEA menyoroti ancaman keselamatan dan keamanan nuklir di Eropa akibat penghancuran sistematis dan disengaja infrastruktur energi Ukraina oleh Rusia.
Ukraina memiliki empat pembangkit listrik tenaga nuklir, tiga di antaranya berada di bawah kendali Kyiv. Pembangkit nuklir keempat dan terbesar, Zaporizhzhia, telah diduduki pasukan Rusia sejak invasi penuh pada 2022. Ukraina juga merupakan lokasi bekas pembangkit Chernobyl, yang mengalami kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah pada 1986.
“Saat ini, misi ahli IAEA sedang berlangsung di gardu listrik Ukraina di tengah serangan yang terus berlanjut terhadap infrastruktur listrik negara itu. Misi tersebut akan menilai 10 gardu listrik yang sangat penting bagi keselamatan nuklir,” tutur Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi. (*)