LPI Nilai Sekolah Rakyat Jadi Pilar Pemerataan Pendidikan

LPI Nilai Sekolah Rakyat Jadi Pilar Pemerataan Pendidikan
Sekolah rakyat di Gresik. (Istimewa)

Jakarta,sorotkabar.com – Pendiri Literasi Politik Indonesia (LPI), Ujang Komarudin, menilai peresmian 166 sekolah rakyat oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis dalam memperluas pemerataan pendidikan nasional, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menurut Ujang, program sekolah rakyat tidak hanya menjawab persoalan keterbatasan akses pendidikan, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang negara dalam memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.

“Langkah ini dapat dibaca sebagai upaya konkret negara dalam memutus rantai kemiskinan melalui perluasan akses pendidikan yang lebih berkeadilan,” kata Ujang, Sabtu (17/1/2026).

Ia menegaskan, di tengah berbagai persoalan struktural yang dihadapi Indonesia, pendidikan tetap menjadi solusi paling rasional dan manusiawi untuk menciptakan keadilan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks pembangunan nasional, Ujang menilai Presiden Prabowo Subianto memahami pentingnya peran pendidikan dengan menempatkannya sebagai salah satu pilar utama dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, Ujang memandang sekolah rakyat sebagai simbol kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang layak, gratis, dan tanpa hambatan.

Ujang menambahkan, sekolah rakyat bukan sekadar program pendidikan, melainkan wujud komitmen negara dalam memuliakan martabat manusia dan membuka harapan masa depan yang lebih baik.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index