Ancaman AS Ambil Alih Greenland Picu Isu Perang Dagang

Ancaman AS Ambil Alih Greenland Picu Isu Perang Dagang
Kota Nuuk, Greenland. (Unsplash/Ken Mathiasen/beritasatu)

Jakarta,sorotkabar.com - Ancaman Amerika Serikat (AS) untuk mengambil alih Greenland berpotensi memicu ketegangan ekonomi hingga perang dagang dengan Uni Eropa. Peringatan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure, di tengah meningkatnya pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana aneksasi wilayah tersebut.

Lescure mengatakan langkah Washington dapat merusak hubungan ekonomi antara AS dan Eropa dan menegaskan bahwa status Greenland tidak boleh dipermainkan.

“Greenland adalah bagian berdaulat dari negara berdaulat yang merupakan anggota Uni Eropa. Itu tidak seharusnya dipermainkan,” ujar Lescure dikutip dari CNBC, Jumat (16/1/2026).

Komentar tersebut muncul setelah pertemuan antara AS, Denmark, dan Greenland pada Rabu lalu berakhir tanpa terobosan diplomatik. Trump dalam beberapa kesempatan menyebut AS membutuhkan Greenland demi kepentingan keamanan nasional dan bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan.

Ketika ditanya apakah Uni Eropa akan menjatuhkan sanksi ekonomi jika AS benar-benar menginvasi Greenland, Lescure menolak berspekulasi terlalu jauh.

“Saya tidak ingin masuk ke sana. Jelas, jika itu terjadi, kita akan berada di dunia yang sama sekali baru dan harus beradaptasi,” katanya.

Seorang analis menilai tekanan ekonomi balasan sangat mungkin terjadi. Kepala Strategi Geopolitik Alpine Macro Dan Alamariu mengatakan kebijakan tarif atau sanksi AS terhadap Denmark berpotensi memicu respons keras dari Uni Eropa.

“Tekanan ekonomi yang signifikan dalam bentuk tarif atau sanksi kemungkinan akan memicu perlawanan besar dari Uni Eropa, yang bisa berujung pada semacam perang dagang dengan Amerika Serikat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengguncang pasar dan menimbulkan risiko geopolitik yang berkelanjutan, meski kecil kemungkinan NATO akan terpecah akibat konflik tersebut.

Sementara itu, pasukan Eropa dilaporkan telah tiba di Greenland untuk mengikuti latihan militer bersama. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa keamanan kawasan Arktik merupakan tanggung jawab kolektif sekutu, bukan hanya AS.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index