Detik-detik Menegangkan Zulfikar Bertemu Harimau Sumatera Jarak 4 Meter di Kebun Sawit Siak

Detik-detik Menegangkan Zulfikar Bertemu Harimau Sumatera Jarak 4 Meter di Kebun Sawit Siak
jejak harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya.

Siak,sorotkabar.com  - Seorang warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatera di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Saksi menyebutkan perjumpaan tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB pada Kamis (8/1).

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (10/1), menjelaskan tim telah dikirim ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna memastikan kondisi di lapangan dan meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.

“Hasil pengecekan lapangan yang dilakukan pada Jumat (9/1) menemukan jejak harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter di area perkebunan sawit Koperasi Tinera Jaya, tepatnya di koordinat 1,047200 Lintang Utara dan 102,155600 Bujur Timur,” kata Ujang.

Ujang menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi, diketahui saksi bernama Zulfikar saat itu dalam perjalanan menyusul dua temannya yang lebih dahulu memancing di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya.

Namun, dalam perjalanan tersebut, Zulfikar tiba-tiba merasa seperti diawasi sorot mata dari kejauhan.

“Saksi awalnya menduga sorot mata itu milik sapi,” jelas Ujang.

Setelah mengarahkan lampu senter ke arah sorot mata tersebut, Zulfikar melihat seekor Harimau Sumatera berada sekitar empat meter dari posisinya, terpisah oleh parit antara jalan dan kebun.

Dalam kondisi ketakutan, Zulfikar langsung menjauh dan mencari perlindungan hingga mendapati sebuah pondok pekerja koperasi. Di lokasi tersebut, ia juga memperingatkan dua rekannya agar segera berlindung dan tidak melanjutkan aktivitas.

Artinya, jelas Ujang, tidak benar adanya informasi yang menyebut warga diterkam harimau. Pihaknya telah mengonfirmasi sejumlah kabar yang sempat keliru beredar di masyarakat.

“Tidak benar ada warga yang diterkam harimau. Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatera. Selain itu, sapi yang dilepas juga tidak berada di area perjumpaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ujang menjelaskan bahwa dari hasil pengecekan lapangan, tim menemukan jejak Harimau Sumatera yang mengarah ke kawasan Hutan Produksi (HP) dengan jarak sekitar empat kilometer dari titik perjumpaan.

“Berdasarkan temuan tersebut, tim memperkirakan hanya satu ekor harimau yang melintas di lokasi itu,” kata Ujang.

Atas temuan tersebut, tim BBKSDA Riau juga melakukan sosialisasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat melalui pemerintah desa agar meningkatkan kewaspadaan.

“Tim meminta warga untuk tidak beraktivitas sendirian, mengutamakan kegiatan secara berkelompok, serta menghindari aktivitas terlalu pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif Harimau Sumatera,” pesannya.

Selain itu, BBKSDA Riau memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas pihak untuk mengantisipasi potensi konflik satwa liar dengan manusia di wilayah tersebut.

“Jika masyarakat mendapatkan informasi terbaru terkait keberadaan satwa, segera laporkan kepada BBKSDA Riau atau aparat setempat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” tambah Ujang.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index