Bupati Rohil Bagikan Sembako untuk Nelayan Bagansiapiapi di Tengah Cuaca Ekstrem

Bupati Rohil Bagikan Sembako untuk Nelayan Bagansiapiapi di Tengah Cuaca Ekstrem
Bupati Rohil Bagikan Sembako untuk Nelayan Bagansiapiapi di Tengah Cuaca Ekstrem

BaganSiapiapi,sorotkabar.com - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat nelayan di Bagansiapiapi, Riau.

Langkah ini dilakukan menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Riau dan sekitarnya.  

Cuaca ekstrem berupa angin kencang, hujan deras, serta gelombang tinggi diperkirakan akan berlangsung beberapa hari ke depan. Bupati Rokan Hilir, Bistamam, menegaskan bahwa keselamatan nelayan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. 

"Kami mengimbau masyarakat nelayan untuk tidak melaut dulu sementara waktu," ujar Bistamam saat menyerahkan bantuan sembako, Sabtu (29/11) pagi.

Bantuan sembako yang disalurkan terdiri dari beras, gula, minyak goreng, susu, teh, mi instan, dan telur. Menurut Bistamam, pembagian sembako ini bertujuan agar nelayan tetap memiliki persediaan kebutuhan pokok meski tidak bisa melaut.  

Ia menambahkan, larangan melaut ini bukan tanpa alasan, mengingat konsekuensi besar yang bisa terjadi bila nelayan tetap memaksakan diri. "Ada tiga provinsi yang sudah dilanda bencana, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Riau. Kondisi perairan sangat berbahaya," ungkapnya.  

Bupati juga mengingatkan agar masyarakat tidak melaut dalam dua hingga tiga hari ke depan. Sebelumnya, sempat terjadi insiden nelayan terdampar selama dua hari di tepi laut akibat cuaca buruk.  

"Alhamdulillah mereka sudah kembali ke rumah masing-masing dengan selamat. Kita sangat bersyukur atas hal itu," kata Bistamam.  

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rohil, Jaswadi, turut hadir dalam kegiatan pembagian sembako tersebut. Jaswadi menjelaskan, awalnya bantuan yang disiapkan hanya 200 paket. Namun kemudian ditambah 30 paket sehingga total menjadi 230 paket.  

Ia mengakui pendataan dilakukan secara mendadak sehingga masih ada nelayan kecil yang belum terdata. "Kami mohon maaf, mudah-mudahan ke depannya ada lagi bantuan untuk yang lain. Jangan berkecil hati," ujarnya.  

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan bahwa pada 22–27 November cuaca ekstrem melanda empat provinsi, termasuk Riau. Kondisi ini mencakup angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran.  

Jaswadi menegaskan, syarat untuk mendapatkan bantuan hanya menunjukkan foto KTP dengan profesi sebagai nelayan. Ia berharap nelayan benar-benar mematuhi imbauan untuk tidak melaut demi keselamatan bersama.  

"Kami berterima kasih kepada Bupati yang telah membantu para nelayan dengan sembako selama mereka tidak bisa mencari nafkah di laut," tambahnya.  

Dengan adanya bantuan ini, pemerintah daerah berharap nelayan dapat bertahan menghadapi cuaca ekstrem tanpa harus mempertaruhkan nyawa di laut.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index