Pekanbaru,sorotkabar.com - Pemko Pekanbaru memastikan peserta didik dari keluarga kurang mampu tidak perlu lagi terbebani biaya pembelian seragam pada tahun ajaran baru 2026.
Melalui program bantuan pendidikan, setiap siswa yang memenuhi kriteria akan memperoleh lima set seragam sekolah beserta perlengkapan pendukungnya.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menyatakan, seluruh kebutuhan seragam bagi penerima manfaat telah dialokasikan dalam anggaran pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan agar anak-anak tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.
"Lima set baju, lima-limanya kita tanggung beserta perangkat anak sekolahnya," tegas Agung Nugroho, Sabtu (27/6/2026).
Program tersebut ditujukan khusus bagi calon peserta didik yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi lemah.
Pemerintah berharap bantuan ini mampu mengurangi beban pengeluaran orang tua menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Berbeda dengan program bantuan yang mengandalkan pendataan administratif, mekanisme penerima seragam gratis kali ini memberi kesempatan kepada orang tua untuk mengajukan langsung ke sekolah.
"Bapak dan ibu bisa datang ke sekolah untuk melaporkan ke sekolah, bisa sampaikan bahwa termasuk keluarga kurang mampu," ujarnya.
Setelah pengajuan diterima, tim akan melakukan verifikasi lapangan guna memastikan bantuan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Pemeriksaan dilakukan dengan melihat kondisi tempat tinggal hingga latar belakang ekonomi keluarga.
Menurut Agung, sejumlah indikator menjadi pertimbangan dalam proses verifikasi, seperti orang tua yang tidak memiliki pekerjaan, kehilangan pasangan karena meninggal dunia, maupun keluarga yang mengalami perceraian atau persoalan sosial lainnya.
"Misal, orangtuanya dalam kondisi tidak bekerja, atau menganggur. Suami atau isterinya meninggal, atau bercerai, atau dalam berbagai masalah," ungkapnya.
Ia menegaskan, bantuan tersebut diprioritaskan bagi calon peserta didik yang sama sekali tidak memiliki kemampuan membeli seragam sekolah secara mandiri.
"Jadi intinya, warga ini tidak mampu membeli baju seragam. Ini jaminan kami," tandasnya.(*)