Gelombang Panas Mematikan Kembali Terjang Eropa, Ilmuwan Salahkan Krisis Iklim

Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:26:22 WIB
Termometer di sebuah apotek menunjukkan suhu 45°C pada pukul 18:08 di luar Brussels, Grimbergen, Belgia, 26 Juni 2026. Pihak berwenang mengaktifkan fase siaga dari rencana nasional ozon dan gelombang panas di seluruh negeri sebagai respons terhadap period

Jakarta,sorotkabar.com — Gelombang panas yang melanda Eropa Barat disebut sebagai yang paling parah dan paling luas sepanjang sejarah pencatatan. Para ilmuwan menyatakan peristiwa tersebut tidak mungkin terjadi tanpa krisis iklim yang dipicu pembakaran bahan bakar fosil.

Hasil kajian juga menunjukkan hampir separuh dari 850 kota terbesar di Eropa mengalami tingkat tekanan panas (heat stress) tertinggi yang pernah tercatat. Kondisi tersebut merupakan kombinasi suhu udara yang sangat tinggi dan kelembapan yang meningkat.

Tingkat kelembapan yang tinggi membuat penguapan keringat menjadi kurang efektif dalam mendinginkan tubuh sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat gelombang panas.

Kajian tersebut dirilis ketika Inggris mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Juni, yakni 36,7 derajat Celsius di Somerset. Sementara itu, sejumlah negara di Eropa Barat melaporkan lonjakan kasus kedaruratan medis, termasuk korban meninggal dunia.

Pada musim panas 2022, lebih dari 60 ribu orang meninggal akibat gelombang panas di Eropa. Para ilmuwan menyatakan analisis statistik mengenai dampak gelombang panas tahun ini masih membutuhkan waktu. Meski demikian, mereka meyakini dampaknya akan sangat besar.

Gelombang panas tersebut juga mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari penutupan sekolah, tekanan terhadap layanan rumah sakit, hingga pembatalan perjalanan kereta api dan penerbangan di berbagai negara Eropa.

Dilansir Guardian, Sabtu (27/6/2026), analisis terbaru yang dilakukan konsorsium World Weather Attribution (WWA) menunjukkan bahwa cuaca panas ekstrem semakin cepat memburuk seiring meningkatnya emisi karbon di atmosfer.(*)

Halaman :

Terkini