Krimea,sorotkabar.com - Serangan besar-besaran Ukraina ke Krimea yang dianeksasi Rusia menewaskan sedikitnya empat orang dan memaksa otoritas setempat menghentikan penjualan bahan bakar kepada masyarakat.
Serangan tersebut menjadi salah satu operasi terbesar Kyiv terhadap semenanjung strategis di Laut Hitam dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah Ukraina menyatakan serangan itu menargetkan fasilitas militer dan energi Rusia di Krimea, yang selama ini menjadi pusat logistik utama Moskow dalam perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Gubernur Krimea yang didukung Rusia Sergei Aksyonov mengatakan, serangan pesawat nirawak Ukraina menghantam wilayah Semenanjung Kerch yang berbatasan langsung dengan Rusia.
"Akibat serangan pesawat tak berawak musuh di Semenanjung Kerch, sayangnya, ada korban jiwa di antara penduduk sipil," kata Aksyonov dilansir dari The Moscow Times, Senin (22/6/2026).
Menurut data terbaru yang disampaikan Aksyonov, sebanyak empat orang tewas dan 28 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Dalam pernyataan terpisah, Aksyonov mengumumkan penghentian sementara penjualan bahan bakar di seluruh SPBU Krimea.
"Mulai hari ini, 21 Juni, pukul 09.00 pagi, penjualan bahan bakar di SPBU Krimea telah dihentikan," ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi bahan bakar untuk sementara hanya diperuntukkan bagi instansi pemerintah dan perusahaan milik negara guna menjaga stabilitas pasokan.
Serangan tersebut juga berdampak ke wilayah Rusia lainnya. Otoritas di Krasnodar melaporkan satu orang tewas di atas kapal feri, sementara sebuah terminal minyak di wilayah selatan Rusia yang berbatasan dengan Krimea turut terkena serangan.
Selain itu, sebagian wilayah Krimea mengalami pemadaman listrik setelah infrastruktur energi terdampak. Perusahaan utilitas lokal Krymenergo menyatakan gangguan pasokan listrik terjadi di sejumlah area pascaserangan.
Di sisi lain, serangan Rusia ke wilayah timur Ukraina pada malam yang sama dilaporkan menewaskan tiga orang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut, operasi tersebut sebagai bagian dari serangan balasan terhadap infrastruktur militer Rusia.
"Semalam, sanksi jarak jauh kami menargetkan logistik militer, industri minyak, dan pertahanan udara para penjajah," kata Zelensky melalui media sosial.
Ukraina selama ini menyebut serangan ke wilayah Rusia dan daerah pendudukan sebagai "sanksi jangka panjang" serta membantah sengaja menargetkan warga sipil.
"Semua ini adalah respons yang adil terhadap serangan brutal Rusia terhadap rakyat kami," lanjutnya.(*)