Keluhan Warga Ditindaklanjuti, DLHK Mulai Bersihkan Sisa Bongkaran PKL di Soebrantas Pekanbaru

Senin, 15 Juni 2026 | 20:22:18 WIB
Petugas melakukan pembersihan di lokasi pembongkaran lapak di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru.

Pekanbaru,sorotkabar.com – Keluhan masyarakat terkait tumpukan sisa bongkaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan HR Soebrantas, tepatnya di depan Swalayan Budiman, mulai ditindaklanjuti Pemerintah Kota Pekanbaru. Pada Senin (15/6/2026), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru melakukan pembersihan material bekas pembongkaran yang selama beberapa hari terakhir masih berserakan di lokasi.

Sebelumnya, keberadaan balok kayu, terpal, kardus, hingga material bangunan bekas lapak sempat dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Selain dinilai mengganggu pemandangan, tumpukan sampah tersebut juga dianggap mengurangi estetika kawasan yang baru saja ditertibkan oleh pemerintah.

Pantauan di lapangan, proses pembersihan berlangsung sejak siang hingga menjelang sore. Sedikitnya lima unit mobil pengangkut dikerahkan secara bergantian untuk mengangkut material sisa pembongkaran. Belasan personel turut diturunkan guna mempercepat proses pembersihan di sepanjang kawasan tersebut.

Salah seorang pengemudi armada pengangkut, Putra, mengatakan pekerjaan dilakukan secara bertahap karena banyaknya material yang harus diangkut.

"Sejak siang kami mulai bekerja. Ada lima mobil yang bergantian mengangkut material dari lokasi. Karena volumenya cukup banyak, kemungkinan masih ada yang tersisa dan akan dilanjutkan lagi besok sampai benar-benar bersih," kata Putra saat ditemui di lokasi.

Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan DLHK untuk menyelesaikan pembersihan pasca-penertiban tersebut.

"Saya sudah koordinasikan dengan DLHK. Nantinya proses pembersihan diselesaikan bersama DLHK," kata Desheriyanto melalui pesan WhatsApp kepada GoRiau.com.

Menurut dia, keterlambatan pengangkutan material bukan tanpa alasan. Satpol PP sebelumnya masih memberikan kesempatan kepada para pemilik lapak untuk mengambil barang-barang yang dinilai masih memiliki nilai guna.


"Sebelumnya kami masih memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengambil barang-barang yang masih bisa dipakai ulang. Setelah itu baru kami koordinasikan lagi dengan DLHK untuk proses pembersihannya," ujarnya.

Desheriyanto juga memastikan bahwa pada hari yang sama proses pembersihan sudah mulai dilakukan.

"Hari ini akan berangsur dibersihkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra menyatakan pihaknya langsung menindaklanjuti koordinasi yang dilakukan Satpol PP dengan menurunkan armada serta personel ke lokasi.

"Kami menurunkan armada dan petugas untuk membantu percepatan pengangkutan material sisa pembongkaran. Karena volumenya cukup banyak, prosesnya dilakukan secara bertahap. Jika hari ini belum selesai seluruhnya, maka akan kami lanjutkan kembali hingga kawasan tersebut bersih," ujarnya melalui pesan WhatsApp.


Ia menegaskan bahwa pembersihan pasca-penertiban merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan dan wajah kota, terutama di koridor Jalan HR Soebrantas yang menjadi salah satu jalur utama di Pekanbaru.

"Pada intinya kita selalu mendengarkan aduan dari masyarakat. Makanya, mari bersama-sama kita menjaga kebersihan bersama. Apabila ada permasalahan terkait kebersihan bisa melaporkan ke TRC 112 ataupun ke media sosial DLHK secara langsung," tutupnya.

Hingga menjelang sore, tumpukan material yang sebelumnya memenuhi sebagian area di depan Swalayan Budiman terlihat berkurang signifikan. Meski demikian, masih terdapat sejumlah sisa bongkaran yang belum sempat diangkut dan direncanakan akan dibersihkan pada hari berikutnya.

Dengan dimulainya proses pembersihan tersebut, diharapkan keluhan masyarakat terkait sisa bongkaran lapak yang sempat mengganggu kenyamanan dan estetika kawasan dapat segera teratasi. ***

Halaman :

Terkini