BKSDA Jambi Pasang Kalung Pelacak Gajah di Bukit Tigapuluh

BKSDA Jambi Pasang Kalung Pelacak Gajah di Bukit Tigapuluh
Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Jambi terkait program pemasangan GPS collar pada kelompok gajah di bentang alam Bukit Tigapuluh, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Agus Suprayitno.

Kota Jambi,sorotkabar.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi memasang kalung pelacak atau Global Positioning System (GPS) collar di wilayah populasi gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) bentang alam (lanskap) Bukit Tigapuluh, provinsi itu.

"Pemasangan GPS sebenarnya salah satu instrumen saja untuk memudahkan monitoring pergerakan gajah, karena gajah hidupnya berkelompok, makanya kita petakan dulu, kira kira ada berapa kelompok di lanskap Bukit Tigapuluh," kata Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko di Jambi, Selasa.

Himawan menjelaskan dengan pemasangan GPS collar itu bisa lebih memudahkan petugas dalam memonitor pergerakan secara waktu terkini (real-time).

Dari hasil pemetaan dan studi yang telah dilakukan, BKSDA Jambi mengidentifikasi adanya lima kelompok besar gajah betina di wilayah tersebut.

Berdasarkan pola perilaku gajah yang pergerakannya sangat ditentukan oleh pemimpin kelompok, pihak BKSDA kemudian memilih salah satu gajah yang menjadi pemimpin di masing-masing kelompok untuk dipasangi GPS collar.

Tidak hanya pada kelompok betina, alat pelacak tersebut juga dipasang pada satu gajah jantan. Hal itu dilakukan karena gajah jantan dewasa memiliki karakteristik yang sering memisahkan diri dari kelompok.

Melalui teknologi tersebut, BKSDA Jambi berharap dapat mengaktifkan sistem peringatan dini supaya lebih efektif.

Selain untuk mencegah interaksi negatif dengan manusia, pemantauan bertujuan untuk melindungi keselamatan gajah.

Sekaligus mengaktifkan sistem peringatan dini, termasuk memantau keberadaan dilokasi yang dianggap rawan terhadap kejahatan perburuan yang membahayakan keselamatan gajah.

Himawan memperkirakan, saat ini sekitar 120 populasi gajah terbesar di sejumlah, terbesar berada di bentang alam Bukit Tigapuluh.

"Intinya memudahkan kita monitoring, kemudian membangun sistem peringatan dini, dan pencegahan interaksi negatif," tutupnya.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index