Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal: Penguatan Demokrasi Harus Tetap Berjalan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:41:55 WIB
Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal: Penguatan Demokrasi Harus Tetap Berjalan

Bengkalis,sorotkabar.com - Ketua Bawaslu Provinsi Riau Alnofrizal menegaskan, dalam menghadapi pemilu yang akan datang maka penguatan demokrasi harus tetap berjalan dan terus dilakukan. Penguatan demokrasi melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 menjadi penting bagi melahirkan insan-insan pengawas partisipatif.

Hal itu ditegaskan Alnofrizal secara daring melalui aplikasi zoom meeting ketika membuka secara resmi kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Bengkalis, Sabtu (13/06/2026) di Aula Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bengkalis.

Dalam acara pembukaan P2P yang turut dihadiri secara daring oleh Anggota Bawaslu Riau Amiruddin SIjaya, secara luring oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Bengkalis serta jajaran sekretariat dan seluruh peserta P2P yang berjumlah 40 peserta (mahasiswa, organisasi mahasiswa dan masyarakat), Alnofrizal turut menegaskan walaupun tahapan pemilu saat ini belum dimulai namun penguatan demokrasi harus tetap berjalan.

“Kita sekarang ini punya tiga tantangan besar yang perlu dihadapi, yaitu apatisme politik, beredarnya informasi yang tidak sehat, serta lemahnya budaya pengawasan partisipatif. Oleh sebab itu, melalui kegiatan P2P ini diharapkan menjadi jawaban dalam menghadapi tantangan besar tersebut,” kata Alnofrizal.

Lebih lanjut dikatakannya, demokrasi yang selama ini dilaksanakan akan hancur dan menjadi tidak berarti apabila orang berpikir jika persoalan itu bukan urusannya. Sikap apatis inilah yang secara perlahan akan merongrong proses demokrasi yang dilaksanakan.

Hal yang sama disampaikan Anggota Bawaslu Riau Amirudin Sijaya. Menurutnya, kegiatan P2P ini diharapkan dapat dimaksimalkan oleh para peserta dalam mendapat ilmu pengetahuan tentan pengawasan pemilu.

“Pengawasan partisipatif ini harus bermakna, yang fungsinya untuk mengahadapi pemilu 2029 yang akan datang agar lebih bermartabat. Oleh karena itu kegiatan P2P ini mengaharuskan masyarakat untuk cerdas dan partisipatif, memiliki pengetahuan serta informatif dan tetap independen," tegas Amiruddin Sijaya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkalis Usman dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan P2P yang dilaksanakan ini bertujuan membangun pengawasan bersama mitra Bawaslu, guna memperkuat kapasitas peserta dalam pengetahuan mengenai pengawasan pemilu. Selain itu dalam rangka mendorong peserta/masyarakat luas sebagai agen pengawas.

Setelah kegiatan dibuka, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, yakni oleh komisioner Bawaslu Kabupaten Bengkalis. Diantara materi yang disampaikan kepada peserta dalam kegiatan sehari ini meliputi Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu, Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu, Teknis Permohonan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Teknis Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif, Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas, dan Teknis Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital.(*)

Halaman :

Terkini