Pengelola Tol Bakter Sosialisasi Pengelolaan Limbah di Rest Area

Jumat, 05 Juni 2026 | 21:20:02 WIB
Sosialisasi pengelolaan limbah yang dilakukan pengelola jalan tol ruas Bakauheni Terbanggi Besar. Provinsi Lampung, Jumat (5/6/2026). (ANTARA/HO-Humas Tol Bakter)

Bandarlampung,sorotkabar.com - Pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) melakukan sosialisasi pengelolaan limbah di Rest Area KM 87 A, sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, kelestarian lingkungan di kawasan rest area.

"Sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pengelola dalam menciptakan lingkungan rest area yang bersih, tertib, dan nyaman bagi pengguna jalan, sekaligus mendukung penerapan prinsip keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan (K3L/QHSE) secara konsisten," kata Operational Excellent – QHSE PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTP) Didi Ardiansyah, dalam keterangannya di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan bahwa kegiatan edukasi tersebut diikuti oleh para pedagang, petugas kebersihan, serta keamanan (security) yang sehari-hari beraktivitas di Rest Area KM 87 A.

"Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai jenis-jenis limbah yang dihasilkan di kawasan rest area, tata cara pemilahan sampah, serta mekanisme pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar," katanya.

Didi menjelaskan bahwa pengelolaan limbah yang baik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari standar operasional rest area. Sehingga kesadaran dan kedisiplinan seluruh pihak sangat dibutuhkan agar pengelolaan limbah dapat berjalan optimal.

“Pengelolaan limbah yang benar tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung keamanan, kesehatan, dan kenyamanan seluruh aktivitas operasional di rest area yang ada di Tol Bakter," kata dia.

Ia mengungkapkan bahwa pelatihan pengolahan limbah sampah merupakan upaya mendukung program pemerintah untuk mereduksi jumlah sampah yang diangkut ke TPA melalui program kelola sampah mandiri berbasis ekonomi sirkuler.

"Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah sejak awal dan mematuhi prosedur yang telah ditetapkan akan memberikan dampak besar dalam menjaga kualitas lingkungan rest area secara berkelanjutan," kata dia.

Sementara itu, Manager Usaha Jasa Lainnya (UJL) BTB, Irpan Sahpani, menyampaikan bahwa kebersihan dan pengelolaan lingkungan merupakan salah satu indikator utama kualitas pelayanan di rest area.

"Rest area bukan hanya tempat singgah, tetapi juga menjadi cerminan pelayanan jalan tol kepada masyarakat," kata dia.

Menurutnya rest area adalah wajah pelayanan jalan tol, oleh karena itu, kebersihan dan pengelolaan lingkungan harus menjadi perhatian bersama.

"Kami berharap seluruh pedagang dan petugas operasional dapat mematuhi peraturan serta SOP yang berlaku, sekaligus aktif mendukung setiap program kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang diselenggarakan pengelola rest area,” kata dia.(*)

Halaman :

Terkini