Mabuk dan Bakar Rumah, Pria di Samarinda Nyaris Tewas Diamuk Massa

Jumat, 29 Mei 2026 | 20:11:39 WIB
Ilustrasi pengeroyokan massa. (B1/Muhammad Reza)

Samarinda,sorotkabar.com - Seorang pria mabuk berinisial MS nekat membakar rumah dengan meletakkan tabung gas melon di atas kompor yang menyala di kawasan Jalan Batu Cintin, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur, Kamis (28/5/2026) malam. Akibat ulahnya, MS nyaris tewas diamuk massa sebelum akhirnya diselamatkan polisi dengan delapan kali tembakan peringatan.

Detik-detik pelaku menjadi sasaran amuk warga sempat terekam kamera Beritasatu.com di lokasi kejadian. Ratusan warga yang geram mencoba meluapkan emosinya hingga pelaku tak lagi mampu melawan.

Polisi yang berada di lokasi sempat kewalahan menghalau massa. Petugas akhirnya melepaskan delapan kali tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan warga yang terus berupaya menghakimi pelaku.

Namun, tembakan peringatan itu tidak langsung membuat massa mundur. Warga tetap berusaha mendekati pelaku yang diduga menjadi penyebab kebakaran.

Pamapta 3 Polresta Samarinda Aiptu Joko Wahyudi mengatakan kejadian bermula saat warga melihat potensi kebakaran di sebuah rumah yang masih dalam tahap pembangunan. Saat warga hendak memadamkan api, mereka justru dihalau oleh pelaku yang diduga membawa senjata tajam.

Aksi pelaku memicu kemarahan warga hingga ratusan orang mengepung lokasi kejadian. Pelaku yang ketakutan kemudian mencoba melarikan diri ke area semak-semak di belakang bangunan.

Setelah hampir 2 jam pengejaran, pelaku akhirnya ditemukan warga dan sempat menjadi sasaran pengeroyokan.

“Pelaku sempat melarikan diri dengan naik ke atap rumah, lalu kabur ke belakang dan ditemukan di area rumput. Di sana pelaku sempat diamuk massa,” kata Joko.

Joko membenarkan polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan karena jumlah massa jauh lebih banyak dibanding personel yang bertugas di lokasi.

“Petugas mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghalau warga yang ingin menghakimi pelaku,” ujarnya.

Dugaan sementara, motif pelaku karena tersinggung dengan ucapan rekan sesama tukang bangunan terkait pembagian daging kurban.(*)

Halaman :

Terkini