Pekanbaru,sorotkabar.com – Dinas Pendidikan Provinsi Riau memastikan tahapan Penerimaan Murid Baru untuk jenjang SMA dan SMK Negeri akan resmi bergulir 8 Juni 2026. Penetapan jadwal dan pembagian kuota penerimaan ini telah dirancang secara komprehensif untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat melalui berbagai jalur pendaftaran.
Kadisdik Riau, Erisman Yahya, menyatakan regulasi penerimaan tahun ini disusun lebih sistematis demi kelancaran proses seleksi. Pihaknya berupaya menghadirkan sistem yang meminimalisir kebingungan di kalangan pendaftar.
"Seluruh tahapan penerimaan murid baru telah disusun secara bertahap agar proses berjalan tertib, transparan, dan memudahkan calon peserta didik maupun orang tua," ujar Erisman, Rabu (27/5/2026).
Tahapan pendaftaran peserta akan diawali dengan proses aktivasi akun, pengisian data diri calon murid, hingga pengunggahan dokumen kelengkapan administrasi. Akses sistem ini akan dibuka 8 Juni 2026 pukul 08.00 WIB dan berakhir 19 Juni 2026 pukul 13.00 WIB.
Dalam rentang waktu tersebut, peserta dapat langsung memilih sekolah tujuan masing-masing. Berkas pendaftaran yang telah masuk ke sistem akan segera diverifikasi oleh panitia tingkat sekolah mulai 10 hingga 20 Juni 2026 dengan batas akhir pukul 13.00 WIB.
Terkait daya tampung, pemerintah memberikan porsi persentase yang berbeda antara sekolah umum dan sekolah kejuruan. Jenjang SMA Negeri membagi penerimaan ke dalam jalur domisili sebesar 30 persen, prestasi 35 persen, afirmasi 30 persen, serta mutasi 5 persen.
"Sementara untuk SMK jalur tempatan kuota 10 persen, afirmasi 15 persen, reguler 70 persen, dan mutasi 5 persen," jelasnya.
Pengumuman hasil seleksi Penerimaan Murid Baru jenjang menengah atas se-Provinsi Riau dijadwalkan serentak 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Calon peserta didik yang dinyatakan lulus wajib menuntaskan tahapan daftar ulang mulai 23 hingga 26 Juni 2026.
Sebagai langkah persiapan, pemerintah telah menetapkan petunjuk teknis pelaksanaan sejak minggu kedua bulan ini, disusul dengan deklarasi Sistem Penerimaan Murid Baru. Upaya sosialisasi secara masif di tingkat satuan pendidikan juga sudah digulirkan sejak akhir Maret lalu.
Pihak dinas terus menggencarkan tahapan sosialisasi serta simulasi pendaftaran dari 25 hingga 30 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh sekolah dan masyarakat betul-betul menguasai mekanisme pendaftaran berbasis digital tersebut.
Mengingat tahapan utama akan segera dimulai, persiapan berkas dan kelengkapan identitas menjadi hal mutlak yang harus diperhatikan oleh masyarakat.
"Kita harapkan anak-anak kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari sekarang," pungkasnya.(*)