Rata-rata 40 Siswa per Kelas, DPRD Sebut SMP Negeri Pekanbaru Sudah Over Kapasitas

Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:32:35 WIB
Rata-rata 40 Siswa per Kelas, DPRD Sebut SMP Negeri Pekanbaru Sudah Over Kapasitas

Pekanbaru,sorotkabar.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin menyoroti persoalan keterbatasan ruang kelas SMP negeri di Kota Pekanbaru yang dinilai terus terjadi setiap tahun menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan banyak siswa kesulitan memperoleh kursi di sekolah negeri, terutama di wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.

“Di sini kita bermasalah setiap hari, karena memang tidak mencukupi ruang kelasnya,” kata Tekad Abidin kepada Goriau, Sabtu (16/5/2026) melalui sambungan telepon WhatsApp pribadinya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan temuan DPRD Pekanbaru, jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) SMP negeri saat ini rata-rata mencapai 40 hingga 44 orang per kelas.

“Kalau saat ini 40 sampai 44 siswa per kelas. Rata-rata sekitar 40 siswa,” ujarnya.

Tekad menilai kondisi itu menunjukkan daya tampung SMP negeri di Pekanbaru masih belum ideal. Namun di sisi lain, pemerintah daerah juga dihadapkan pada keterbatasan jumlah sekolah dan ruang belajar.

Karena itu, DPRD Pekanbaru mendorong pemerintah untuk terus membangun unit sekolah negeri baru dan menambah ruang kelas agar persoalan tersebut dapat teratasi secara bertahap.

“Kalau kami prinsipnya di DPRD, kita mau membangun sekolah negeri dulu sambil meningkatkan kualitasnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila jumlah siswa per kelas dipaksakan mengikuti standar ideal sekitar 32 siswa per rombel, maka akan semakin banyak calon peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri.

“Kalau kita mengejar 32 anak satu kelas di sekolah negeri, akan banyak siswa yang tidak tertampung,” katanya.

Tekad juga menyebut sejumlah kawasan dengan pertumbuhan penduduk tinggi menjadi wilayah yang paling rawan mengalami krisis daya tampung SMP negeri. Salah satunya berada di kawasan Tenayan Raya, Tuah Madani dan Kulim.

“Yang tahun lalu agak berat itu di wilayah sana,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku data rinci terkait jumlah SMP negeri maupun total kebutuhan daya tampung siswa berada di Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

“Kalau data-detail itu dinas pendidikan yang lebih paham,” ucapnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini tengah bersiap menghadapi proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027 untuk tingkat SMP negeri. Setiap tahunnya, persoalan keterbatasan daya tampung menjadi salah satu keluhan utama masyarakat, terutama di sekolah-sekolah favorit dan kawasan padat penduduk.

Selain jumlah ruang kelas yang terbatas, tingginya angka pertumbuhan penduduk di beberapa kecamatan juga dinilai menjadi faktor meningkatnya persaingan masuk SMP negeri di Pekanbaru.(*)

Halaman :

Terkini