Misteri Kapal Rusia Tenggelam, Diduga Bawa Reaktor Nuklir ke Korut

Kamis, 14 Mei 2026 | 19:46:34 WIB
Kapal sepanjang 142 meter berbendera Rusia tersebut tenggelam pada 23 Desember 2024 di lepas pantai tenggara Spanyol. (Maritime Executive.)

Madrid,sorotkabar.com - Ursa Major, kapal kargo milik Rusia, dilaporkan tenggelam di dekat perairan Spanyol setelah mengalami serangkaian ledakan misterius. Kapal tersebut diduga membawa komponen reaktor nuklir yang akan dikirim ke Korea Utara.

Kapal berbendera Rusia sepanjang 142 meter itu tenggelam pada 23 Desember 2024 di lepas pantai tenggara Spanyol saat berlayar dari St Petersburg menuju Vladivostok. Insiden terjadi sekitar 62 mil laut dari pantai Murcia.

Layanan penyelamatan maritim Spanyol, Sasemar, menerima panggilan darurat dari kapal pada pukul 12.53 waktu setempat. Tim penyelamat kemudian mengerahkan helikopter, kapal cepat, dan kapal tunda ke lokasi kejadian.

Sejumlah kapal di sekitar lokasi melaporkan Ursa Major melambat drastis dalam 24 jam sebelum tenggelam. Tak lama kemudian, kapal terlihat miring hingga akhirnya awak kapal meninggalkan kapal. Para awak kapal mengaku terjadi tiga ledakan di ruang mesin sebelum kapal mulai tenggelam.

Kapal Perang Rusia Ambil Alih Operasi

Upaya penyelamatan oleh otoritas Spanyol terhenti setelah sebuah kapal perang Rusia tiba di lokasi dan mengambil alih operasi darurat. Kapal perang tersebut bahkan meminta dua kapal penyelamat Sasemar mundur sejauh dua mil laut dari lokasi kejadian.

Berdasarkan dokumen pemerintah Spanyol yang dirilis Februari 2026, kapal perang Rusia juga meluncurkan suar di atas Ursa Major. Surat kabar La Verdad melaporkan suar itu diduga digunakan untuk mengganggu sistem inframerah satelit intelijen yang memantau insiden tersebut.

Investigasi Soroti Dugaan Serangan Bawah Laut

Laporan investigasi CNN menyebut terdapat empat sinyal seismik yang pola gelombangnya menyerupai ledakan ranjau bawah laut. Sinyal tersebut terdeteksi sesaat setelah suar diluncurkan dari kapal perang Rusia.

Dua awak kapal dilaporkan tewas akibat ledakan awal di ruang mesin, sementara 14 lainnya berhasil selamat. Investigasi juga menemukan lubang berukuran sekitar 50 x 50 sentimeter di lambung kapal dengan logam rusak mengarah ke bagian dalam.

Kerusakan itu diduga disebabkan torpedo superkavitasi (supercavitating torpedo ), yakni senjata bawah laut berkecepatan tinggi.(*)

Halaman :

Terkini