PSPS Pekanbaru Resmi Raih Lisensi Klub Profesional untuk Kali Pertama

Kamis, 14 Mei 2026 | 19:42:35 WIB
PSPS Pekanbaru Resmi Raih Lisensi Klub Profesional untuk Kali Pertama

Pekanbaru,sorotkabar.com – Untuk pertama kalinya dalam sejarah berdirinya klub, PSPS Pekanbaru resmi lolos dalam proses Club Licensing Cycle 2025/26. Pencapaian ini menandai langkah besar Askar Bertuah sekaligus membuktikan keseriusan klub melalui jajaran manajemen dalam mewujudkan profesionalisme di segala aspek.

Proses penilaian lisensi klub telah berlangsung sejak Juli 2025 dan mencakup lima aspek utama. Untuk mendapatkannya, klub harus memenuhi lima unsur yaitu sporting (olahraga/pembinaan usia dini), infrastructure (infrastruktur), personel & administration (administrasi dan sumber daya manusia), legal (Hukum), dan finance (Keuangan). Kelimanya harus terpenuhi dan mendapat penilaian secara ketat. Apabila ada satu unsur tidak terpenuhi maka klub tersebut tidak lolos verifikasi.

Melalui surat resmi keputusan Club Licensing Commite bernomor 035/CLC-LI/V/2026 menyatakan bahwa seluruh dokumen yang dikirimkan oleh PSPS Pekanbaru dinyatakan memenuhi syarat dan lolos verifikasi lisensi klub profesional pada dan berhak mendapat status Granted kategori Super League.

“Puji syukur kami panjatkan PSPS Pekanbaru berhasil lolos dalam klub lisensi ini. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi seluruh orang yang berada didalam manajemen karena untuk pertama kalinya dalam sejarah PSPS berhasil meraih lisensi klub profesional. Sejak awal musim, atas perintah Presiden Klub Bapak I Gede Widiade, ini memang menjadi fokus utama kami,” ungkap CEO PSPS Pekanbaru, Edward Riansyah Kamis (14/5/2025).

PSPS Pekanbaru sendiri mengutus Sekretaris Tim, Muhammad Teza Taufik untuk memimpin dan mengerjakan rangkaian pemenuhan dan penilaian lisensi klub ini.

Teza sendiri mengatakan, dalam proses lisensi klub ini, keputusan club licensing terbagi dalam tiga kategori yakni Granted (diberikan), granted with sanction (diberikan dengan catatan) dan rejected (tidak diberikan).

“Prosesnya cukup ketat dan mendalam. Nyaris satu tahun kita didalam manajemen bekerja untuk ini, tidak hanya mengurus dokumen, tapi kami juga diminta menunjukkan implementasi nyata dilapangan. Alhamdulillah akhirnya kita lolos lisensi klub ini walaupun kita belum di Liga 1 (Super League) tapi pengelolaan klub ini sudah sangat sehat dan profesional setara dengan klub-klub Liga 1 (Super League),” kata Teza.

“Namun sementara ada satu catatan. Agar semakin sempurna, seperti ada beberapa dokumen stadion dan penerangan lampu yang sedikit lagi memenuhi lux standar tingkat Nasional, Kedepan tentunya kita akan penuhi dengan kolaborasi dukungan Pemerintah Provinsi Riau,” sambungnya.

Setelah melalui verifikasi ketat, PSPS Pekanbaru menjadi salah satu dari delapan klub Liga 2 (Championship) yang dinyatakan lolos tanpa catatan atau granted oleh Komite Lisensi Klub Independen ileague dan AFC. Sementara 12 Klub lainnya mendapat status rejected (tidak diberikan) dan terancam mendapat pengurangan poin saat memulai kompetisi 2026/27 mendatang.

Untuk kategori lisensi AFC Champions League Two (ACL 2), sebanyak delapan klub Super League dinyatakan Granted dan delapan klub lainnya memperoleh status Granted with Sanctions. Klub yang mendapatkan status Granted adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta. Sementara klub dengan status Granted with Sanctions adalah Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Bali United FC, Malut United FC, Persis Solo, dan Persijap Jepara.

Sedangkan, pada lisensi Super League, total 25 klub memperoleh status Granted, termasuk 16 klub pemegang lisensi ACL 2 yang secara otomatis juga memenuhi persyaratan lisensi Super League, serta 9 klub lainnya yakni PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.

Sementara itu, pada lisensi Championship, FC Bekasi City menjadi klub yang memperoleh status Granted.

Adapun pada lisensi Liga Nusantara, empat klub berhasil mendapatkan status Granted, yakni RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.

“Jika kita lihat lagi, di grup barat hanya PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan yang berhasil mendapatkan lisensi ini, sementara Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC Banten memang adalah tim yang harus memenuhi lisensi ini karena berstatus tim promosi ke Super League.” Tutup Teza.(*)

Halaman :

Terkini