Menag Disebut Berpotensi Jadi Ketum PBNU, PWNU DKI: Mundur Dulu Sebelum Muktamar

Senin, 11 Mei 2026 | 21:12:42 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan di Perayaan Harmoni Imlek Nusantara, di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Jakarta,sorotkabar.com — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Samsul Ma'arif menanggapi pernyataan Sekjen PBNU sekaligus Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang menyebut Menteri Agama (Menang) RI Nasaruddin Umar berpotensi maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) pada Muktamar ke-35 NU.

Menurut Kiai Samsul, seluruh kader terbaik NU memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri maupun dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU. Ia pun mengapresiasi gagasan yang disampaikan Gus Ipul terkait peluang Nasaruddin Umar memimpin PBNU.

“Memang Semua kader NU terbaik itu punya hak yang sama, punya hak mencalonkan dan dicalonkan dan saya kira positif, kami menghargai ide genuine Gus Ipu,” ujar Kiai Samsul saat dihubungi Republika, Senin (11/5/2026).

Meski demikian, ia menilai idealnya kader NU yang sedang aktif di pemerintahan maupun politik fokus terlebih dahulu pada tugas, karir, dan tanggung jawabnya masing-masing.“Kader NU yang sudah ada di politik silakan kembangkan organisasi politiknya untuk kepentingan Indonesia. Kader yang sudah menjabat di birokrasi, jabatan menteri misalnya, ya kembangkan birokrasi untuk kepentingan Indonesia,”kata dia.

Ia mengatakan, ruang kepemimpinan di NU sebaiknya diberikan kepada kader yang tidak sedang berada di lingkar kekuasaan politik maupun birokrasi agar organisasi dapat dikelola lebih independen.“Biarlah yang tidak di birokrasi dan tidak di politik itu diberi kesempatan untuk mengurus NU agar lebih baik,” katanya.

Meski demikian, Kiai Samsul tetap menegaskan bahwa semua kader memiliki hak yang sama untuk maju dalam kontestasi kepemimpinan NU.Ia pun mengingatkan, jika ada menteri atau pejabat negara yang ingin maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, sebaiknya mengundurkan diri dari jabatannya sebelum muktamar digelar.

“Kalau memang para politisi atau birokrat ingin masuk mencalonkan diri ke NU, eloknya ya itu mundur sebelum muktamar,”kata Kiai Samsul.(*)

Halaman :

Terkini