Persaingan Ketua PKB Kampar: 8 Kandidat Masuk UKK DPP, 5 Nama Diunggulkan

Minggu, 19 April 2026 | 20:13:39 WIB
Persaingan Ketua PKB Kampar: 8 Kandidat Masuk UKK DPP, 5 Nama Diunggulkan

Bangkinang,sorotkabar.com – Kontestasi Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, memasuki fase penentuan. Delapan kandidat dipastikan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB pada Rabu (22/4/2026) di Pekanbaru.

Pada tahap ini, DPP akan menguji proposal komitmen dan kontrak kinerja melalui wawancara mendalam, yang menjadi saringan krusial sebelum penetapan figur ketua.

Saat ini ada delapan nama yang dikirim ke DPP PKB. "Selanjutnya nama-nama tersebut akan mengikuti UKK Tahap II oleh DPP. Kedelapan kandidat Ketua PKB Kampar tersebut adalah H Ahmad Yuzar, Jihad Aqsha, Ramli, H Sukardi, Sutan ATT IV, Rosnawati, Hasan Basri dan Faisal," kata politisi muda PKB yang juga anggota DPRD Kabupaten Kampar, Raja Ferza Fakhlevi, kepada CAKAPLAH. COM, Ahad (19/4/2026).

Lima Nama Terpetakan Kuat dan Kekuatannya

Dari delapan kandidat, dinamika internal memperlihatkan lima nama yang mulai terpetakan sebagai poros utama. Mereka adalah H Ahmad Yuzar, Jihad Aqsha, Ramli, H Sukardi, dan Sutan ATT IV.

Kelima figur ini datang dengan basis kekuatan berbeda, mulai dari struktur kekuasaan, pengalaman legislatif, kekuatan elektoral, hingga kapasitas komunikasi politik dan jaringan usaha.

Seperti H Ahmad Yuzar, sebagai Bupati Kampar sekaligus Ketua DPC PKB saat ini, Ahmad Yuzar memiliki keunggulan pada akses struktural dan pengalaman pemerintahan. Dengan demikian orang nomor satu di Negeri Serambi Mekkah itu dinilai memiliki keunggulan, seperti kontrol dan pengalaman di struktur partai jejak birokrasi dan eksekusi kebijakan, serta daya pengaruh sebagai kepala daerah. Jika terpilih kembali memimpin PKB, Ahmad Yuzar akan diuji pada kemampuan memperkuat konsolidasi kader serta meningkatkan daya dorong elektoral partai ke depan.

Tentu Ahmad Yuzar tidak sendirian, ada Jihad Aqsha yang juga diunggulkan karenan memiliki kekuatan Elektoral dan basis massa. Jihad saat ini merupakan Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Kampar.

Secara hitung-hitungan, Jihad Aqsha memiliki kekuatan seperti perolehan 4.250 suara pada Pemilu Legislatif tahun 2024 dari Dapil 1, basis akar rumput yang solid, kombinasi pengusaha dan aktivis, dan posisi strategis di fraksi. Jika memimpin PKB, ia akan diuji kemampuan dalam ekspansi suara partai dan konsistensi penguatan struktur organisasi.

Sosok ketiga adalah Ramli. Anggota DPRD Kabupaten Kampar itu dinilai unggul dalam komunikasi dan Tata Kelola. Apalagi Ramli memiliki latarbelakang sebagai jurnalis dan pengawas pemilu. Selain itu Ramli juga memiliki pengalaman yang baik dalam komunikasi publik dan media, pemahaman tata kelola dan pengawasan, aktif dalam organisasi sosial dan pendidikan.

Selanjutnya ada sosok H Sukardi. Kader senior PKB ini memiliki pengalaman dua periode sebagai anggota DPRD Kampar dengan jaringan politik lama yang masih terawat. Sukardi juga dinilai memiliki pengalaman panjang di legislatif, kedekatan dengan basis kader lama, dan pemahaman dinamika internal partai.

Jika diamanahkan memimpin PKB ia akan diuji pada kemampuan beradaptasi dengan tantangan politik kekinian serta mendorong regenerasi kader untuk memperkuat daya saing partai.

Selanjutnya ada nama Sutan ATT IV. Sekretaris DPC PKB Kampar itu juga dikenal sebagai pengusaha dengan jaringan luas di daerah. Ia dinilai memiliki keunggulan dalam penguasaan struktur internal partai, jaringan organisasi dan relasi luas, dan dukungan logistik dan konektivitas lapangan.

Namun demikian ia akan diuji pada kemampuan mengintegrasikan kekuatan jaringan dengan penguatan manajemen partai serta menjaga soliditas internal secara berkelanjutan.

Apa yang Dinilai DPP?

Raja Ferza Fakhlevi mengatakan dalam UKK Tahap II, DPP PKB akan menilai secara komprehensif terhadap kandidat ketua calon Ketua DPC. Seperti manajemen dan tata kelola partai, penguatan SDM dan struktur organisasi, manajemen keuangan, serta strategi penambahan kursi pada Pemilu 2029.

"Metode utama adalah wawancara mendalam berbasis proposal komitmen dan kontrak kinerja," cakapnya lagi.

Namun demikian keputusan akhir akan sangat ditentukan oleh kemampuan kandidat menggabungkan keempat aspek tersebut dalam satu visi kepemimpinan yang utuh di hadapan DPP.

Dengan komposisi kekuatan yang beragam, kontestasi Ketua DPC PKB Kampar diperkirakan berlangsung ketat dan dinamis. UKK Tahap II akan menjadi arena uji kapasitas sesungguhnya bukan hanya siapa yang paling populer, tetapi siapa yang paling siap memimpin.(*)

Halaman :

Terkini