Jakarta,sorotkabar.com - Pemerintah Indonesia membuka peluang ekspor pupuk urea ke India seiring adanya kelebihan produksi dalam negeri yang mencapai sekitar 1,5 juta ton.
Namun, pemenuhan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan hal tersebut setelah menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty dalam pertemuan yang membahas kerja sama sektor pertanian kedua negara.
“Indonesia akan mengutamakan kebutuhan pupuk dalam negeri. Setelah kita hitung, ada kelebihan sekitar 1,5 juta ton yang bisa kita ekspor ke luar negeri,” ujar Sudaryono di kantor Kementerian Pertanian, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, India menjadi salah satu negara yang menunjukkan minat untuk mengimpor urea dari Indonesia, terutama untuk memenuhi kebutuhan musim tanam pada periode Juli hingga September.
Menurutnya, waktu tersebut bertepatan dengan periode non-puncak musim tanam di Indonesia, sehingga ekspor dapat dilakukan tanpa mengganggu pasokan domestik.
“Pada prinsipnya pemerintah siap mengekspor urea ke India. Untuk jumlah dan teknisnya nanti akan dibahas lebih lanjut antara BUMN pupuk kedua negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sudaryono menilai kerja sama ini mencerminkan hubungan strategis antara Indonesia dan India, khususnya dalam sektor perdagangan dan pertanian. Selama ini, kedua negara juga saling melengkapi dalam kebutuhan komoditas, termasuk bahan baku pupuk seperti fosfat.
Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa India siap mengimpor pupuk dari Indonesia melalui skema kerja sama antarpemerintah, dengan tetap menghormati prioritas kebutuhan domestik Indonesia.
“Kami memahami bahwa ekspor hanya akan dilakukan setelah kebutuhan domestik Indonesia terpenuhi. Jika ada surplus, kami akan sangat senang untuk membeli dari Indonesia,” ujarnya.
Sandeep juga menilai perbedaan siklus tanam antara kedua negara menjadi peluang sinergi yang saling menguntungkan dalam perdagangan pupuk.
Di tengah dinamika global yang memengaruhi rantai pasok pupuk, pemerintah memastikan kondisi pasokan dalam negeri tetap aman.
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh petani Indonesia bahwa kondisi pupuk kita aman, tidak terpengaruh situasi perang. Bahkan kita memiliki kelebihan yang bisa dimanfaatkan untuk ekspor,” pungkas Sudaryono.(*)