Nilai Tukar Petani Riau Tertinggi di Sumatera

Rabu, 08 April 2026 | 22:01:58 WIB
Sumber cakaplah

Pekanbaru, sorotkabar.com - Kabar baik datang bagi sektor pertanian di Provinsi Riau. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Riau pada Maret 2026 mengalami peningkatan signifikan dan menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengungkapkan bahwa NTP Riau pada Maret 2026 tercatat sebesar 197,48 atau naik 2,89 persen dibandingkan Februari 2026 yang berada di angka 191,93.

"Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan daya beli dan kesejahteraan petani di Riau. Kenaikan NTP dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang diterima petani serta penurunan indeks harga yang dibayar petani," ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, Indeks Harga yang Diterima petani (It) mengalami kenaikan sebesar 2,86 persen. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar petani (Ib) justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,04 persen.

Lebih lanjut, Asep menyebutkan bahwa dari 10 provinsi di Pulau Sumatera, hanya lima provinsi yang mengalami kenaikan NTP pada Maret 2026. Riau menjadi provinsi dengan kenaikan tertinggi, disusul Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung.

"Hal ini menempatkan Riau sebagai daerah dengan kinerja terbaik dalam peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Sumatera pada periode ini," jelasnya.

Di sisi lain, BPS juga mencatat adanya penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pertanian di Riau sebesar 0,19 persen. Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,49 persen.

Namun demikian, beberapa kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan, seperti transportasi yang naik 0,44 persen, serta kelompok pakaian, kesehatan, dan perawatan pribadi yang juga menunjukkan tren peningkatan.

Tak hanya itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Riau juga mengalami kenaikan sebesar 2,48 persen, dari 188,96 pada Februari menjadi 193,65 pada Maret 2026.

"Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani meningkat sebesar 2,86 persen dan peningkatan indeks harga yang dibayar untuk keperluan produksi sebesar 0,37 persen," pungkasnya.(*)

Halaman :

Terkini