Diterkam Buaya saat Cari Siput, Warga Kuala Patah Parang Ditemukan tak Bernyawa

Kamis, 02 April 2026 | 22:02:52 WIB

PEKANBARU, sorotkabar.com -  Keresahan menyelimuti masyarakat di kawasan Sungai Hujan, Desa Kuala Patah Parang, setelah kabar hilangnya seorang warga bernama Ipol (35) yang dilaporkan tidak kembali usai beraktivitas di sekitar sungai pada Rabu (2/4/26) sore.

Peristiwa tersebut sontak membuat warga panik dan langsung melakukan upaya pencarian secara spontan. Korban yang diketahui merupakan warga RT 010 RW 05 dan berasal dari suku Suku Duanu itu sebelumnya pergi mencari pucuk nipah dan siput di kawasan Sungai Hujan. Aktivitas tersebut merupakan rutinitas yang biasa dilakukan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun nahas, sekitar pukul 15.02 WIB, korban diduga diterkam buaya saat berada di tepian sungai.

Kabar hilangnya korban dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Warga yang mendengar kejadian tersebut langsung berdatangan ke lokasi untuk membantu proses pencarian. Suasana di sekitar sungai mendadak ramai oleh masyarakat yang membawa perahu, alat seadanya, serta perlengkapan pencarian lainnya.

Sedikitnya tujuh unit pompong milik warga dikerahkan untuk menyisir aliran Sungai Hujan. Dengan penuh semangat gotong royong, warga menyusuri setiap sudut sungai yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Sebagian warga menyisir menggunakan pompong, sementara lainnya berjaga di tepian sungai sambil memantau kemungkinan korban muncul ke permukaan.

Suasana haru dan cemas begitu terasa selama proses pencarian berlangsung. Kondisi sungai yang cukup dalam dengan arus yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi warga. Selain itu, kawasan Sungai Hujan dikenal sebagai habitat alami buaya, sehingga proses pencarian dilakukan dengan ekstra hati-hati.

Kekhawatiran semakin meningkat setelah beberapa warga mengaku melihat kemunculan buaya di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga. Mereka tetap melanjutkan pencarian hingga malam hari dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

Gelombang solidaritas juga terlihat dari banyaknya masyarakat yang turut memberikan dukungan. Tidak hanya warga Desa Kuala Patah Parang, masyarakat dari desa-desa sekitar di wilayah Kecamatan Sungai Batang juga ikut berdatangan untuk membantu proses pencarian. Doa-doa terus dipanjatkan agar korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Upaya pencarian berlangsung hingga larut malam. Warga bersama aparat desa tetap bertahan di lokasi dengan penuh harapan. Lampu perahu dan senter digunakan untuk menerangi area pencarian di tengah gelapnya malam.

Setelah berjam-jam pencarian dramatis, korban akhirnya berhasil ditemukan pada Kamis (3/4/26) sekitar pukul 01.00 WIB. Namun, saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan jasad korban langsung disambut suasana haru oleh keluarga dan warga yang sejak sore menunggu kabar tersebut.

Berdasarkan informasi dari warga yang dihimpun, kondisi jasad korban masih dalam keadaan utuh, meskipun terdapat beberapa luka pada bagian paha, kaki, dan wajah yang diduga akibat serangan buaya. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang kasus serangan buaya di wilayah Sungai Hujan, Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang Kabupaten Indragiri Hilir. Warga pun diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai yang dikenal memiliki risiko tinggi.

Masyarakat juga berharap pihak terkait segera mengambil langkah antisipatif guna mencegah kejadian serupa terulang. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar selalu waspada saat beraktivitas di kawasan sungai yang merupakan habitat alami satwa liar tersebut.(*)

Terkini