Dirut BPJS Kesehatan Kunjungi RS UNS Pastikan Layanan JKN Berkualitas

Jumat, 27 Maret 2026 | 21:59:38 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) di Solo, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). ANTARA/HO-BPJS Kesehatan

Solo,sorotkabar.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kualitas pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di lapangan.

Prihati menyampaikan kunjungan kerja ini merupakan bagian dari program kerja BPJS Kesehatan untuk menyerap masukan langsung dari berbagai pihak, baik dari rumah sakit maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Kami secara rutin turun ke daerah untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil di tingkat pusat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Saat ini, BPJS Kesehatan merupakan penyelenggara program jaminan kesehatan terbesar di Indonesia. Dalam mendukung pelayanan tersebut, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan lebih dari 23.000 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan sekitar tiga ribu rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta.

Dalam implementasinya, BPJS Kesehatan akan memperkuat kendali mutu dan biaya melalui berbagai kebijakan, termasuk Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) dan pengaturan layanan berbasis indikasi medis yang tepat. Tujuannya bukan untuk membatasi layanan, tetapi memastikan bahwa setiap tindakan medis benar-benar sesuai kebutuhan pasien.

“Sebagai contoh, pada kasus-kasus tertentu seperti penyakit jantung, tindakan medis akan dilakukan secara lebih selektif berdasarkan indikasi klinis. Namun demikian, untuk kondisi kegawatdaruratan, pelayanan tetap harus diberikan secara cepat tanpa penundaan. Selain itu, BPJS Kesehatan juga akan mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk asuransi tambahan, untuk memberikan fleksibilitas layanan bagi peserta tanpa mengurangi prinsip keadilan dalam sistem JKN,” ujarnya.

BPJS Kesehatan menyadari keberhasilan program JKN sangat bergantung pada sinergi dengan rumah sakit dan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan mengajak seluruh mitra untuk bersama-sama menjaga kualitas layanan, efisiensi pembiayaan, serta memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.

“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dengan RS UNS dapat terus ditingkatkan. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Rektor UNS Hartono menyampaikan kerja sama antara RS UNS dan BPJS Kesehatan telah terjalin dengan sangat baik dan intens, khususnya dalam bidang pelayanan.

Dalam aspek pendidikan, UNS secara rutin melibatkan rekan-rekan dari BPJS Kesehatan, untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa.

Hal ini penting mengingat pemahaman mengenai sistem BPJS Kesehatan merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan UNS agar dapat beradaptasi dengan baik di dunia pelayanan kesehatan.

“Kami juga mengapresiasi dukungan BPJSKesehatan, khususnya di wilayah Solo, yang selama ini sangat membantu pengembangan RS UNS. Harapan kami, kerja sama ini dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, termasuk dalam pemanfaatan data untuk pengambilan kebijakan,” tambah Hartono.(*) 
 

Terkini