Bahrain,sorotkabar.com - Ajang Formula 1 resmi membatalkan Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi 2026 akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Keputusan ini diambil setelah situasi keamanan dan gangguan logistik membuat penyelenggaraan balapan tidak memungkinkan. Formula 1 tidak mempersiapkan penggantinya.
Kedua balapan tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada 10 April hingga 12 April di Bahrain, dan 17 April hingga 19 April di Arab Saudi. Namun, sejak pecahnya konflik regional setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, penyelenggaraan balapan mulai diragukan.
Situasi keamanan dan gangguan perjalanan di kawasan Timur Tengah membuat logistik balapan menjadi sangat sulit dilakukan. Karena itu, Formula 1 memutuskan untuk membatalkan dua seri tersebut.
"Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi tidak akan berlangsung pada bulan April. Karena situasi yang sedang berlangsung di Timur Tengah, Grand Prix bersama dengan putaran F2, F3, dan F1 Academy tidak akan berlangsung sesuai jadwal," tulis pernyataan resmi Formula 1 dilansir Crash, Senin (16/3/2026).
Formula 1 juga memastikan, tidak ada seri pengganti yang digelar pada bulan April karena keterbatasan waktu untuk mempersiapkan sirkuit alternatif.
"Meski alternatif telah dipertimbangkan, tidak akan ada penggantian yang dilakukan pada bulan April," tulis pernyataan tersebut.
Dengan pembatalan ini, kalender Formula 1 musim 2026 berkurang dari 24 balapan menjadi 22 balapan. Selain itu, akan ada jeda sekitar lima minggu antara Grand Prix Jepang pada akhir Maret dan Grand Prix Miami pada awal Mei.
Presiden dan CEO Formula 1 Stefano Domenicali menyebut, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.
"Ini adalah keputusan yang sulit, tetapi keputusan yang tepat pada tahap ini mengingat situasi di Timur Tengah. Kami berterima kasih kepada FIA serta para promotor atas dukungan dan pengertian mereka," kata Domenicali.
Ia juga berharap Formula 1 dapat kembali menggelar balapan di kedua negara tersebut ketika situasi sudah memungkinkan.
Sementara itu, Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menegaskan keselamatan komunitas motorsport menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan tersebut.
"FIA akan selalu mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan komunitas kami. Setelah pertimbangan yang cermat, kami mengambil keputusan ini dengan tanggung jawab tersebut dalam pikiran kami," ujarnya.
Pembatalan ini juga berdampak pada seri pendukung seperti Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy yang sedianya digelar bersamaan dengan Grand Prix tersebut.
Konflik di Timur Tengah juga mulai memengaruhi kalender ajang balap lain. FIA World Endurance Championship sebelumnya telah menunda putaran pembuka musim di Qatar yang semula dijadwalkan pada akhir Maret.
Balapan tersebut dipindahkan ke Imola, Italia, pada April, sementara putaran Qatar dijadwalkan ulang menjadi seri akhir musim.
Sementara itu, MotoGP Qatar yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan yang sama dengan GP Bahrain juga berpotensi ditunda. CEO MotoGP Sports Entertainment Carmelo Ezpeleta sebelumnya menyebut balapan tersebut kemungkinan besar tidak dapat digelar sesuai jadwal.(*)