Serangan OPM Tewaskan Pegawai Honorer di Tambrauw

Selasa, 10 Maret 2026 | 21:26:32 WIB
Sumber Antara.com

Sorong,sorotkabar.com - Seorang pegawai honorer Pemerintah Kabupaten Tambrauw, Abraham Delano Kambu, ditemukan meninggal dunia di Kampung Banfot, Distrik Bamusbama, Papua Barat Daya, pada Senin (9/3/2026).

Korban diduga tewas akibat serangan Orang Tak Dikenal (OTK) saat sedang dalam perjalanan menuju Distrik Fef.

Kapolres Tambrauw, AKBP Praja Gandha Wiratama, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan hasil visum sementara, korban meninggal akibat luka senjata tajam.

"Langkah kita saat ini telah memeriksa saksi yang menemani korban. Betul, korban memang dicegat oleh OTK. Karena kejadian pada malam hari dan kondisi gelap, saksi tidak melihat secara pasti sosok tersebut," ujar AKBP Praja, Rabu (10/3/2026).

Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 19.35 WIT. Korban saat itu berkendara dari Sorong menuju Fef bersama rekannya, Anderson Herman Anum. Saat memasuki wilayah Kampung Banfot yang minim penerangan, saksi melihat seseorang berdiri di pinggir jalan yang langsung mencegat korban.

"Beberapa detik kemudian saksi melihat korban terjatuh dari sepeda motor. Merasa terancam, saksi langsung memutar arah dan mencari perlindungan di Pos Satgas TNI terdekat," tambah Kapolres. Jasad korban ditemukan keesokan harinya oleh personel gabungan TNI-Polri di sebuah genangan air.

Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut aksi dilakukan oleh anggota KODAP XXXIII Tambrauw di bawah pimpinan Thobias Yekwam.

Dalam keterangannya, Thobias Yekwam menyatakan penyerangan dilakukan menggunakan senjata api dan senjata tajam terhadap individu yang mereka duga sebagai anggota aparat keamanan.

"Silakan cari kami TPNPB yang bertanggung jawab. Jangan teror warga sipil," tegas Thobias dalam rekaman video yang beredar, seraya menyebutkan nama-nama anggota lain yang terlibat yakni Silas Yesnath, Daud Yanggren, dan Yohanis Yeblo.

Pasca-insiden ini, pihak TPNPB-OPM mengeluarkan imbauan agar warga sipil segera mengosongkan wilayah yang dianggap sebagai zona konflik. Mereka mengatakan bahwa aksi ini murni merupakan bagian dari tuntutan kemerdekaan Papua.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan situasi di Kabupaten Tambrauw kini telah terkendali. Aparat gabungan terus meningkatkan patroli di lokasi kejadian untuk menjamin keamanan masyarakat. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.

"Aktivitas masyarakat berjalan normal. Kami minta masyarakat tidak mudah terhasut. Saat ini kami fokus mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap pelaku dan motif sebenarnya," tutup AKBP Praja.(*) 
 

Terkini