Kemendikdasmen: Kenaikan Anggaran Pendidikan Tak Pangkas Dana MBG

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:51:00 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti dalam Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Tangerang Selatan, Senin, 2 Marer 2026. (Beritasatu.com/Hendro Dahlan Situmorang)

Jakarta,sorotkabar.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti memastikan kenaikan anggaran pendidikan pada 2026 tidak akan memangkas dana program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah itu ditujukan untuk mendukung program direktif Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi, anggaran pendidikan posisi sekarang sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif presiden, sedang dalam pembahasan. Jadi tentu ini juga akan menambah keran anggaran Kemendikdasmen dan tidak akan terganggu dengan anggaran yang sudah dialokasikan untuk MBG,” kata Suharti dalam acara Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Senin (2/3/2026).

Kenaikan anggaran tersebut akan digunakan untuk menambah jumlah penerima manfaat sejumlah program prioritas Kemendikdasmen yang mendapat arahan langsung dari Presiden. Program itu meliputi digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran papan interaktif digital (PID), revitalisasi satuan pendidikan, serta penyaluran tunjangan kesejahteraan guru.

“Sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden, seperti yang sudah pimpinan negara sampaikan untuk revitalisasi sekolah akan ada penambahan 60.000 satuan pendidikan, kemudian penyediaan interactive flat panel (IFP) atau PID menjadi tiga unit IFP per sekolah ini semua sedang dalam proses pembahasan,” ungkapnya.

Perluasan anggaran juga diarahkan untuk memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang taman kanak-kanak (TK) pada 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari prioritas peningkatan mutu dan akses pendidikan.

Suharti menegaskan tambahan anggaran untuk revitalisasi dan pengadaan perangkat teknologi tidak mengganggu alokasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Pembahasan anggaran saat ini masih berlangsung bersama Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan program MBG tidak mengurangi anggaran pendidikan Kemendikdasmen. Seluruh program strategis pendidikan dipastikan tetap berjalan dan terus diperluas.

“Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” papar Abdul Mu'ti.

Ia menjelaskan, MBG merupakan bagian dari Program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat yang mencakup kebiasaan hidup sehat, beribadah, gemar belajar, hingga bermasyarakat.

“Kebijakan MBG merupakan bagian tak terpisahkan dari program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat. Makan bergizi bukan hanya soal nutrisi, tetapi bagian dari pembentukan karakter,” tegasnya.(*) 
 

Halaman :

Terkini