Washington,sorotkabar.com - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan berada dalam status siaga untuk kemungkinan operasi terhadap Iran mulai Sabtu (21/2/2026).
Informasi tersebut disampaikan media penyiaran CBS News di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Meski demikian, laporan itu menyebutkan, Presiden Donald Trump belum mengambil keputusan akhir mengenai apakah serangan benar-benar akan dilaksanakan.
Pada sisi lain, komunikasi diplomatik antara Washington dan Teheran masih berlangsung. Pertemuan terbaru membahas program nuklir Iran digelar di Jenewa pada Selasa lalu. Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh utusan presiden, Steve Witkoff, sementara Iran diwakili Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, Trump menyampaikan peringatan keras kepada Iran. Ia menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, seharusnya merasa khawatir jika Teheran tetap melanjutkan pengembangan program nuklir di fasilitas baru.
Donald Trump juga sempat mengungkapkan bahwa “armada besar” tengah bergerak menuju kawasan tersebut. Namun, ia tetap berharap Iran bersedia duduk di meja perundingan dan menyepakati kesepakatan yang dinilai adil, termasuk penghentian total pengembangan senjata nuklir.
Presiden AS itu memperingatkan apabila tidak tercapai kesepakatan terkait program nuklir, respons militer yang diambil bisa lebih keras dibandingkan tindakan sebelumnya.
Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama terkait isu nuklir yang selama bertahun-tahun menjadi sorotan komunitas internasional.(*)