Komandan Militer Iran: Perang akan Menjadi Pelajaran Berharga Buat Donald Trump

Senin, 16 Februari 2026 | 22:12:20 WIB
Dok Kemenhan IranRudal canggih terbaru Iran, Qasim Bashir yang digadang-gadang mampu menembus pertahanan udara Israel.

Teheran,sorotkabar.com - Komandan militer tertinggi Iran memperingatkan pada bahwa perang AS melawan Teheran akan menjadi "pelajaran" bagi Presiden Donald Trump. Perang akan membuat ketegangan terus memanas di kawasan itu. Demikian dilaporkan Anadolu, Ahad.

Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan bahwa presiden AS harus memahami bahwa ia akan memasuki pertempuran yang memberikannya sebuah pelajaran. Mousavi pun menganggap komentar Trump sebagai tidak pantas untuk seorang presiden.  "Pernyataan ceroboh," ujarnya. 

Ia mengatakan bahwa jika Trump bermaksud untuk berperang, maka seharusnya tidak berbicara tentang negosiasi. Hal itu merujuk pada diplomasi nuklir yang sedang berlangsung antara kedua pihak yang dilanjutkan awal bulan ini.

Trump mengatakan pada Jumat bahwa perubahan rezim di Iran akan menjadi hal terbaik yang bisa terjadi.Ia menyatakan USS Gerald R. Ford, yang digambarkan sebagai kapal induk terbesar di dunia, akan segera menuju ke wilayah tersebut jika pembicaraan yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran gagal.

"Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya," katanya. "Kapal itu akan segera berangkat."

Kapal USS Abraham Lincoln dan armada kapal perusak sudah ditempatkan di wilayah Teluk Persia, setelah dikirim bulan lalu di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Pembicaraan nuklir

Putaran pembicaraan nuklir terbaru diadakan di Oman pada 6 Februari, lebih dari delapan bulan setelah perang Iran-Israel membuat diplomasi terhenti.

Turki dan negara-negara regional lainnya baru-baru ini turun tangan untuk membantu meredakan ketegangan dan menghidupkan kembali saluran diplomatik, terutama setelah Trump mengancam akan menggunakan aksi militer terhadap Iran.

Putaran pembicaraan selanjutnya dijadwalkan pada Selasa di Jenewa. Demikian menurut Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi, yang mengkonfirmasi pertemuan tersebut dalam sebuah wawancara pada Ahad.

Ia mengatakan Washington harus menunjukkan komitmennya untuk mencapai kesepakatan yang bertujuan menyelesaikan masalah nuklir. “Bola ada di tangan Amerika,” katanya.

“Jika mereka tulus, saya yakin kita akan berada di jalan menuju kesepakatan.”(*) 
 

Terkini