Prabowo Sebut MBG Bakal Serap 1,5 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:56:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari 2026. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta,sorotkabar.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan program makan bergizi gratis (MBG) diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja.

Tenaga kerja tersebut berasal dari dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Dengan 82 juta penerima manfaat, maka akan mendorong jumlah dapur SPPG menjadi 30.000 unit.

Dengan setiap dapur SPPG memiliki kurang lebih 50 orang, maka sudah lebih dari 1 juta orang tenaga kerja terserap berkat program MBG. Dengan perluasan tersebut, maka tenaga kerja untuk melayani MBG setara dengan 1,5 juta orang.

“Dari MBG saja, sekarang sudah lebih dari 1 juta orang bekerja. Di ujungnya akan 1,5 juta orang bekerja tiap hari,” kata Prabowo Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Presiden Prabowo mengatakan, pada pagi ini telah diresmikan SPPG milik kepolisian dengan total fasilitas yang ditargetkan selesai mencapai lebih dari 1.100 unit.

Kepala Negara mengaku terkesan dengan kualitas fasilitas tersebut, termasuk penggunaan peralatan produksi dalam negeri yang canggih untuk menjamin kebersihan air, peralatan makan, serta pengelolaan limbah program.

Saat ini, program MBG telah didukung lebih dari 23.000 dapur SPPG di seluruh Indonesia. Pada puncak pelaksanaannya, program tersebut ditargetkan menjangkau lebih dari 82 juta penerima manfaat dengan dukungan lebih dari 30.000 dapur. “Setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang,” ujar Prabowo.

Selain tenaga kerja langsung, Presiden menuturkan setiap dapur turut mendorong munculnya lima hingga 10 pemasok bahan pangan. Para pemasok tersebut melibatkan petani dan peternak di tingkat lokal, mulai dari petani sayur dan ikan hingga peternak ayam, kambing, dan sapi perah.

“Ekonomi di desa hidup. Petani sayur, petani ikan, peternak ayam, peternak kambing, peternak susu, semua yakin bahwa hasilnya langsung dibeli dan tidak jauh karena di tiap kampung mereka bisa punya pasar tetap, pasar terjamin. Ini menimbulkan ekonomi dari bawah,” kata Kepala Negara.

Presiden menambahkan, sejumlah kepala daerah telah melaporkan mulai terasa dinamika pertumbuhan ekonomi di wilayahnya yang ditopang aktivitas program MBG, terutama pada sektor pertanian dan rantai pasok pangan lokal.(*)

Halaman :

Terkini