Virus Nipah Menyebar di India, 100 Orang di Benggala Barat Dikarantina

Senin, 26 Januari 2026 | 23:27:28 WIB
Para petugas harus mengenakan alat pelindung diri khusus saat menangani jenazah pasien terinfeksi virus Nipah. (Yonhap)

Benggala Barat,sorotkabar.com – Infeksi virus Nipah, salah satu penyakit zoonis mematikan tengah menyebar cukup cepat di Benggala Barat di India timur. Situasi ini mendorong otoritas kesehatan setempat mengkarantina sekitar 100 orang untuk mencegah penyebaran. 

Mengutip India Express pada Jumat (23/1/2026), otoritas kesehatan Benggala Barat telah mengkarantina ratusan orang tersebut setelah lima kasus positif infeksi virus Nipah terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, dua perawat dan satu dokter termasuk dalam daftar pasien. Sementara, dua perawat yang bekerja di Kolkata dalam kondisi kritis.

Selain itu otoritas kesehatan setempat juga telah menetapkan status respons darurat guna mencegah penyebaran lebih luas. Virus Nipah diketahui memiliki tingkat kematian hingga 75%. 

Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan maupun vaksin yang efektif. Karena tingkat fatalitas dan potensi penularannya, bahkan pemerintah Korea Selatan telah menetapkan virus Nipah sebagai penyakit menular wajib lapor Kelas 1 dan penyakit yang membutuhkan tindakan karantina sejak September 2025. Penetapan tersebut merupakan yang pertama dalam lima tahun terakhir sejak Covid-19 ditetapkan pada Januari 2020, dilansir dari The Chosun Daily, Senin (26/1/2026).

Otoritas kesehatan setempat menegaskan pentingnya penguatan pelacakan kontak serta penerapan langkah-langkah karantina secara ketat. Kemungkinan terjadinya penularan di lingkungan rumah sakit juga tengah diselidiki. Pemerintah mengingatkan seluruh tenaga medis untuk mematuhi protokol karantina untuk mencegah penyebaran di fasilitas kesehatan.

Pemerintah India juga mengerahkan tim respons nasional untuk memantau situasi dan membantu pengendalian wabah. 

“Beberapa pasien berada dalam kondisi kritis, dan pasien lainnya menerima perawatan di bawah pengawasan ketat,” ungkap seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan India. 

Virus Nipah adalah penyakit zoonosis dengan kelelawar sebagai inang alami. Selain memiliki tingkat kematian yang tinggi, virus ini juga dapat menular antarmanusia. Masa inkubasi rata-rata berkisar antara 5 hingga 14 hari. 

Gejala awal penyakit ini meliputi demam tinggi dan sakit kepala selama 3 hingga 14 hari, lalu selanjutnya timbul rasa lemas, pusing, serta gangguan kesadaran. Pada kasus berat, pasien dapat mengalami ensefalitis dan kejang, yang berpotensi menyebabkan koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Hingga kini, belum tersedia vaksin untuk virus Nipah bahkan penanganan medisnya juga masih terbatas pada pengobatan simtomatik dan penggunaan obat antivirus untuk mengurangi keparahan gejala.(*) 
 

Terkini