Moskow,sorotkabar.com – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan Inggris seharusnya tidak lagi disebut sebagai Britania Raya atau Great Britain. Menurutnya, Inggris adalah satu-satunya negara di dunia yang secara resmi menyebut dirinya sendiri sebagai negara besar.
"Saya pikir Inggris seharusnya disebut Britania saja karena 'Britania Raya' adalah satu-satunya contoh negara yang menyebut dirinya besar,” kata Lavrov kepada wartawan saat berbicara tentang kolonialisme, dikutip dari Reuters, Kamis (22/1/2026).
Lavrov menegaskan, komentarnya tersebut tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak tertentu.
Ia kemudian menyinggung contoh lain negara yang pernah menyebut dirinya besar, yakni Republik Sosialis Rakyat Libya Arab di bawah kepemimpinan Muammar Gaddafi. Namun, Lavrov menekankan negara tersebut sudah tidak lagi ada.
"Tetapi negara itu sudah tidak ada lagi,” tambahnya.
Pernyataan Lavrov muncul di tengah upaya Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia serta menengahi perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Dalam konteks tersebut, Inggris disebut-sebut telah menjadi musuh publik nomor satu Rusia.
Di televisi pemerintah Rusia, Inggris kerap dijuluki “Perfidious Albion”, istilah yang menggambarkan negara tersebut sebagai kekuatan intelijen global yang licik. Media Rusia menuding Inggris terlibat dalam berbagai manuver di belakang layar, mulai dari AS hingga Iran, guna melemahkan kepentingan Rusia di berbagai belahan dunia.(*)