Hadapi Ancaman Atlantik Utara, Inggris Luncurkan Helikopter Tanpa Awak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:43:05 WIB
Ilustrasi helikopter tanpa awak. (Freepik/beritasatu)

London,sorotkabar.com - Angkatan Laut Kerajaan Inggris meluncurkan helikopter tanpa awak berukuran penuh pertamanya sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan maritim di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Atlantik Utara. 

Helikopter otonom tersebut, Proteus, telah berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya pada Jumat (16/1/2026).

Helikopter ini dirancang untuk menjalankan misi berisiko tinggi, termasuk melacak kapal selam musuh, patroli laut, serta operasi pengawasan di wilayah strategis yang sulit dijangkau. Kehadiran Proteus menandai langkah signifikan dalam modernisasi sistem pertahanan Angkatan Laut Inggris.

Peluncuran ini berlangsung di tengah perubahan besar sektor pertahanan Eropa sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Sejak saat itu, sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, meningkatkan anggaran pertahanan dan mempercepat pengembangan teknologi militer untuk memperkuat kesiapan tempur serta perlindungan wilayah NATO.

Isu keamanan Atlantik Utara juga berkaitan erat dengan meningkatnya aktivitas militer Rusia di kawasan tersebut. Ketertarikan Amerika Serikat untuk mengakuisisi Greenland, misalnya, disebut bertujuan memperluas kemampuan pemantauan terhadap jalur laut yang kerap dilalui kapal dan kapal selam Rusia, termasuk perairan strategis antara Greenland, Islandia, dan Inggris. Namun, Rusia menegaskan bahwa anggapan Moskow dan Beijing sebagai ancaman terhadap Greenland merupakan mitos.

Angkatan Laut Inggris menyatakan Proteus telah menyelesaikan rangkaian uji coba awal dengan hasil memuaskan. Helikopter ini dikembangkan melalui program senilai 60 juta poundsterling atau sekitar US$ 103,5 juta, dan disebut sebagai elemen penting dalam mempertahankan Inggris serta sekutu NATO dari apa yang disebut sebagai “ancaman yang terus berkembang” di Atlantik Utara.

Proteus dirancang dan dibangun oleh perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan Leonardo. Sistem ini mengandalkan sensor canggih dan komputer berbasis perangkat lunak yang memungkinkan helikopter menafsirkan lingkungan sekitarnya dan mengambil keputusan secara mandiri saat menjalankan misi.

Angkatan laut menyebut Proteus akan difokuskan pada peperangan anti-kapal selam, patroli maritim jarak jauh, serta pelacakan aktivitas bawah laut.

"Proteus mewakili perubahan mendasar dalam cara penerbangan maritim dapat memberikan ketahanan, kemampuan beradaptasi, dan jangkauan, melakukan misi yang membosankan, kotor, dan berbahaya di lingkungan yang menantang tanpa membahayakan operator manusia," kata Nigel Colman, direktur pelaksana Leonardo Helicopters di Inggris, dikutip dari Reuters, Sabtu (17/1/2026).

Saat ini, Angkatan Laut Inggris telah mengoperasikan sejumlah drone, termasuk helikopter pengintai berukuran kecil. Namun, Proteus disebut jauh lebih besar, lebih canggih, dan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan Atlantik Utara di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.(*) 
 

Terkini