Kuansing,sorotkabar.com - Harga karet alam di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali melemah pada pekan ini.
Meski penurunannya tergolong tipis, tren penurunan yang terjadi dua pekan berturut-turut mencerminkan tekanan pasar global yang belum stabil.
Berdasarkan data lelang terbaru, Kamis (25/12/2025), harga karet di tingkat petani Kuansing berada di angka Rp14.537 per kilogram.
Angka ini turun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp14.709 per kilogram, serta Rp14.989 per kilogram pada dua pekan lalu.
Kadisbunnak Kuansing, Andriyama Putra menegaskan, fluktuasi harga tersebut dipengaruhi kondisi pasar internasional yang belum pulih sepenuhnya.
“Sudah dua pekan berturut-turut harga karet turun. Ini dipengaruhi oleh ketidakstabilan pasar global,” ujar Andriyama.
Di tengah tekanan harga, produksi karet di Kuansing relatif tidak mengalami perubahan.
Hingga saat ini, produksi harian masih berada di kisaran 14 ton per hari, menunjukkan aktivitas produksi petani tetap berjalan normal.
Menurut Andriyama, penurunan harga kali ini belum berdampak signifikan terhadap ekonomi petani.
Salah satu faktor penopangnya adalah pola usaha tani yang tidak bergantung pada satu komoditas.
“Sebagian besar petani karet di Kuansing juga memiliki kebun sawit. Ini yang membuat dampaknya tidak terlalu besar bagi pendapatan mereka,” jelasnya.
Namun demikian, sektor kelapa sawit juga tidak sepenuhnya aman dari tekanan harga.
Andriyama menyebutkan, harga sawit swadaya di berbagai kelompok usia tanaman turut mengalami penurunan tipis.
“Kalau sawit plasma, kondisinya berbeda. Ada yang naik dan ada yang turun, tergantung usia tanaman,” pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap petani tetap menjaga kualitas dan kontinuitas produksi karet sambil menunggu perbaikan harga di pasar global.
Diversifikasi usaha perkebunan dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi petani di tengah fluktuasi harga komoditas.(*)