Pekanbaru,sorotkabar.com – Mahasiswa Universitas Riau sekaligus mantan Presiden Mahasiswa BEM Unri, Ego Prayogo, mengkritik kebijakan Pemerintah Kabupaten Pelalawan terkait pembangunan kawasan Z-Park yang melibatkan dana zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Saat dihubungi GoRiau.com, Sabtu (18/4/2026), Ego menilai penggunaan dana zakat untuk proyek wisata tersebut berpotensi menyimpang dari fungsi utamanya.
“Pemerintah Pelalawan melanggar. Baznas jangan semua dijadikan bisnis. Kembalikan zakat ke fungsi utamanya dan prinsipnya di Kabupaten Pelalawan,” ujar Ego.
Ia menyebut, hingga saat ini proyek Z-Park yang digagas dalam periode pemerintahan 2024–2029 itu masih menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari visi “Pelalawan Menawan, Maju, Ekonomi Mandiri, Nyaman, Aman, dan Berkelanjutan”.
Menurut Ego, keberadaan Z-Park sebagai destinasi wisata dengan konsep “sedekah sambil berwisata” belum menjawab persoalan mendasar di daerah. Ia menilai masih banyak kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, seperti penanganan kemiskinan, perbaikan infrastruktur jalan, serta pembangunan desa.
“Banyak hal yang belum terselesaikan sampai saat ini. Kondisi kota hingga desa masih apa adanya. Namun, proyek ini justru terlihat menjadi prioritas,” katanya.
Ego juga menyoroti transparansi dan dasar kebijakan pembangunan Z-Park, termasuk penggunaan dana zakat yang dikelola Baznas. Ia menilai dana tersebut seharusnya disalurkan langsung kepada masyarakat yang berhak menerima.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Pelalawan, termasuk bupati dan jajarannya, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari.
“Lebih baik zakat yang ada dikembalikan ke masyarakat penerima tanpa dijadikan bisnis. Jika ingin melanjutkan Z-Park, sebaiknya menggunakan anggaran pemerintah daerah,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Baznas maupun Pemkab Pelalawan terkait kritik tersebut.(*)