Lebaran Berpadu Cengbeng, Arus Balik Memuncak di Kepulauan Meranti

Lebaran Berpadu Cengbeng, Arus Balik Memuncak di Kepulauan Meranti
Suasana penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, Sabtu (28/3/2026).

Selatpanjang, sorotkabar.com – Suasana Lebaran di Kepulauan Meranti belum benar-benar usai. Di tengah arus balik Idulfitri 1447 Hijriah yang masih bergulir, datangnya momentum Cengbeng justru memperpanjang gelombang pergerakan masyarakat.

Pelabuhan Selatpanjang menjadi saksi padatnya mobilitas warga yang datang dan pergi. Berdasarkan data KSOP Kelas IV Selatpanjang per 28 Maret 2026, jumlah penumpang dalam sehari mencapai 7.584 orang. Rinciannya, 2.611 penumpang tiba dan 3.301 lainnya berangkat angka yang melampaui seluruh pergerakan sejak awal arus balik Lebaran.

Lonjakan ini bukan terjadi tiba-tiba. Sejak H+2, grafik pergerakan penumpang terus menunjukkan tren menanjak. Dari 5.799 orang di H+2, meningkat menjadi 6.418 di H+3. Sempat melandai di H+4 dengan 5.770 penumpang, arus kembali menguat pada H+5 sebanyak 6.450 orang dan H+6 mencapai 6.966 orang, hingga akhirnya memecahkan rekor di H+7.

Fenomena ini disebut sebagai dampak langsung bertemunya dua momen besar dalam satu waktu. Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo melalui petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Ade Kurniawan, menilai kondisi tahun ini berbeda dari pola arus balik biasanya.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya, setelah H+2 arus cenderung menurun. Namun kali ini terus meningkat karena bersamaan dengan Cengbeng, sehingga mobilitas masyarakat tetap tinggi," ungkap Ade  Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, selain pemudik yang kembali ke tempat aktivitasnya, Kepulauan Meranti juga dibanjiri warga yang pulang untuk menjalankan tradisi Cengbeng. Tradisi ziarah kubur ini membuat arus perjalanan tidak hanya satu arah, tetapi berlangsung dinamis di kedua sisi.

Kepadatan paling terasa di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang. Sejak pagi hari, antrean penumpang terlihat mengisi ruang tunggu hingga loket tiket. Meski demikian, situasi tetap terkendali berkat pengaturan petugas yang mengarahkan alur penumpang secara bergantian.

Mengantisipasi lonjakan ini, pengawasan di pelabuhan diperketat. Pemeriksaan tiket dilakukan lebih intensif, arus naik dan turun penumpang diatur ketat, dan kapasitas kapal diawasi agar tidak melampaui batas.Tak hanya itu, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Setiap kapal yang akan berlayar harus melalui pengecekan kelayakan, termasuk kesiapan alat keselamatan seperti jaket pelampung serta keakuratan data manifest penumpang.

"Kami memprioritaskan pengawasan di titik-titik rawan kepadatan, terutama di Pelabuhan Tanjung Harapan. Semua prosedur keselamatan wajib dipenuhi sebelum kapal diberangkatkan," tegasnya.

Meski tekanan arus penumpang meningkat tajam hingga H+7, operasional pelayaran di Selatpanjang tetap berjalan lancar. KSOP memastikan pelayanan tetap optimal, sehingga masyarakat yang bepergian dalam momen Lebaran dan Cengbeng dapat terlayani dengan aman dan tertib.( *) 

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index